Jalur Rempah di World Water Forum ke-10 Bali Diperkenalkan

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid. (Ist)
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid. (Ist)

Nusa Dua, helloborneo.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengenalkan jalur rempah melalui gelaran forum diskusi pada gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

“Kita juga berbicara soal jalur rempah, yang sebagaimana kita tahu terbentang cukup panjang dari Kawasan Pasific sampai Pantai Timur Afrika dengan jantungnya di Nusantara ini,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, dalam konferensi pers di Media Center World Water Forum ke-10 Bali.

Jalur rempah itu bukan hanya suatu jalur pelayaran yang menghungkan antarpulau, terang dia, tapi di dalam sistem sungai yang sangat kompleks di Nusantara ini.

“Saat ini kementerian juga sedang merevitalisasi satu situs di Muaro Jambi itu luasnya 4.000 hektare (ha) di sepanjang Sungai Batanghari yang panjangnya itu 800 kilometer,” ujar dia.

Ia menyebut sepanjang 800 kilometer tersebut banyak sekali temuan-temuan bersejararah yang berasal dari periode 1.000 tahun, dari abad ke-4 ke abad 14.

Menurut dia, itu merupakan kekayaan budaya, khasanah pengetahuan, dan warisan- warisan yang jika digunakan dengan tepat bisa menjawab banyak problem, termasuk soal air.

Dalam diskusi tersebut, terang dia, dibahas pula peran pemerintah daerah dalam memastikan pemikiran- pemikiran baik dan kearifan lokal yang berkontribusi dalam pengelolaan air itu bisa terus berjalan dengan baik.

“Karena kunci penguasa wilayahnya adalah Pemerintah Daerah. Mereka yang punya kewenangan untuk menetapkan banyak hal. Jadi semestinya ada juga di dalam pembicaraan kita. Itu salah satu rekomendasi yang muncul dalam seminar,” jelas dia. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses