
Penajam, helloborneo.com – Solidaritas tetap harus dijaga oleh generasi muda walaupun berbeda etnis, suku, dan agama. Sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa, pemuda juga dituntut memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan norma-norma bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syarifuddin HR.
“Pemuda merupakan aset terpenting bangsa yang harus dipersiapkan dengan benar-benar, sehingga bila kelak saat memimpin bangsa ini bisa membawa kesejahteraan dan kejayaan bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi saat ini menyebabkan segala bentuk informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah, dan hal itu membawa dampak yang kompleks baik bersifat positif ataupun negatif.
Ia menambahkan, ragam persoalan yang membelit generasi muda saat ini sangat mengkhawatirkan mulai dari tawuran, seks bebas, kecanduan game online hingga Narkoba.
“Agama apapun di dunia ini pasti mengajarkan tentang kebaikan dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu, mari kita isi dengan sesuatu yang bernilai positif,” ungkapnya.
Sebagai insan yang berpendidikan, lanjutnya lagi, para pelajar harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Selalu berbuat yang terbaik demi meraih cita-cita sehingga dapat menjadi kebanggaan orang tua dan tujuan yang lebih besar lagi dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.
“Kita harus menyiapkan semua dalam menghadapi segala hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan dari manapun datangnya. Karena jiwa patriotisme, cinta terhadap tanah air dan Bangsa Indonesia telah tertanam dalam perilaku para siswa sehari-hari. Dengan hal-hal positif yang terus kita lakukan, maka akan membantu cita-cita Kabupaten PPU menjadi Model Maju, Modern dan Relijius,” tutupnya. (adv/log)

















