Kabupaten PPU Terjunkan Komunitas Isi Piringku Tekan Stunting

Bagus Purwa

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, menerjunkan Komunitas Isi Piringku untuk menekan kasu kekerdilan anak (stunting) akibat kurang asupan gizi di daerah yang dikenal dengan julukan Benuo Taka itu.

“Komunitas Isi Piringku punya program tekan angka stunting,” jelas Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam.

Komunitas Isi Piringku perdana bakal diterjunkan di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, lanjut dia, daerah pesisir itu salah satu wilayah yang cukup banyak kasus kekerdilan anak.

“Kelurahan Pantai Lango dijadikan proyek percontohan karena merupakan lokus stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tambahnya.

Program Komunitas Isi Piringku itu, selain memberikan bantuan tambahan makanan bergizi bagi anak stunting, juga melakukan sosialisasi menyangkut pencegahan kekerdilan anak kepada masyarakat. 

Komunitas Isi Piringku bakal digencarkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama ibu hamil menyangkut pencegahan kekerdilan anak. 

“Masyarakat diberi pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Komunitas Isi Piringku diharapkan memberikan dampak besar, Makmur Marbun menimpali lagi, terutama terhadap pencegahan kekerdilan anak sejak dini.

Komunitas Isi Piringku merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bersama Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA), organisasi remaja putri yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah.

Program Komunitas Isi Piringku dilakukan secara berkelanjutan dan libatkan pihak terkait, kata Ketua PP NA Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari, juga bermitra dengan Danone Indonesia.

Saat ini balita yang terdata mengalami kekerdilan di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 1.034 orang, di Kecamatan Penajam 345 anak, Kecamatan Waru 24 orang, Kecamatan Babulu 311 balita dan di Kecamatan Sepaku 354 orang, dan masih terus dilakukan pendataan. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.