Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, menegaskan pentingnya menyelaraskan program pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan nyata yang ada di daerah, terutama dengan adanya proyek strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan harus tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan lokal serta nasional.
“BLK (Balai Latihan Kerja) memang sudah menjadi sebuah kebutuhan, namun harus bersifat spesifik dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Kami mendukung adanya program pelatihan, tetapi perlu disesuaikan terutama dengan prioritas yang ada, seperti proyek IKN,” ujar Raup Muin.
Ia menyoroti pentingnya pelatihan yang dianggarkan oleh pemerintah, seperti yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan RDMP (Refinery Development Master Plan) dan Bandara di Kelurahan Pantai Lango, agar dapat berkelanjutan.
“Pelatihan harus disesuaikan dengan target keberlanjutan. Peluang kerja di PPU cukup besar, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga di sektor-sektor penting seperti Pertamina dan proyek-proyek besar lainnya seperti IKN. Ini menjadi momentum yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.
Raup Muin juga mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), sebanyak 80 persen tenaga kerja harus berasal dari daerah, sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang ada.
“Pemerintah perlu hadir untuk mengingatkan perusahaan-perusahaan besar yang ada di wilayah ini agar mematuhi peraturan tersebut dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” tegasnya. (adv/log)
















