Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara,, diminta bersedia membantu pemerintah kabupaten setempat mengelola sampah, sehingga bisa mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
“Perusahaan terutama yang besar bisa gunakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR) bantu kelola sampah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar.
“Bisa saja perusahaan bantu kelola sampah dengan kelola sampah organik jadi pupuk organik,” tambahnya.
Produksi sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini tercatat 51,69 ton per hari, serta penanganan sampah 70 persen dan 30 persen sampah dibuang ke TPA Buluminung.
Produksi sampah bisa dipastikan bakal meningkat setiap tahun, menurut dia, seiring pertambahan penduduk dan perkembangan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sehingga, lanjut dia pengelolaan sampah membutuhkan dukungan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, pemangku kebijakan maupun perusahaan.
Apalagi, ia menimpali lagi, sampah organik yang ditangani mendatangkan keuntungan karena bisa dimanfaatkan kembali untuk pemupukan tanaman ataupun penghijauan.
Masih ada sampah yang belum terkelola, apabila perusahaan turut serta membantu mengelola sampah, khususnya organik tentunya Kabupaten Penajam Paser Utara lebih baik dalam pengelolaan sampah.
Pengelolaan sampah bisa menjalin kerja sama semua berbagai pihak, jelasnya, di antaranya pemilik rumah makan, rumah sakit, pasar, hotel, sekolah dan panti asuhan.
Penanganan sampah muncul dari kesadaran masing-masing individu untuk ikut menangani sampah, karena sampah merupakan masalah semua orang.
Luas lahan TPA 18,5 hektare yang juga dipersiapkan untuk melayani sampai Ibu Kota Nusantara (IKN), dan hingga saat ini pemerintah kabupaten telah membentuk 40 bank sampah untuk secara perlahan kurangi volume sampah di TPA. (adv/kmf/log)
















