Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, mengampanyekan stop buang air besar sembarangan kepada masyarakat sebagai upaya mencegah kekerdilan anak (stunting) di kabupaten yang akrab disapa Benuo Taka itu.
“Pemerintah kabupaten optimalkan program stop buang air besar sembarang,” ujar Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Sodikin di Penajam.
Pemerintah kabupaten melakukan sosialisasi menyangkut dampak negatif atas perilaku membuang air besar sembarangan dan pembangunan sanitasi, lanjut dia, untuk menurunkan persentase warga membuang air sembarangan.
Pembangunan sanitasi rangkaian program penanggulangan sanitasi yang buruk di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena sanitasi yang buruk salah satu penyebab yang dapat memicu terjadi kekerdilan anak
“Jadi, kedua kegiatan itu dilakukan beriringan sebagai upaya cegah stunting,” ucapnya.
“Sekitar 17 persen dari 54 desa/kelurahan, warganya masih kebiasaan buang air besar sembarangan karena tidak ada sanitasi dan perlu edukasi,” tambah Sodikin.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengajak perusahaan yang beroperasi di kabupaten setempat untuk membantu kampanye stop buang air besar sembarang.
Perusahaan dapat membantu program Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dengan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR).
Perusahaan yang ada bisa menggunakan dana CSR untuk membantu pemerintah kabupaten membangun sanitasi bagi warga yang belum memiliki kakus atau tepat membuang air besar. (adv/kmf/log)
















