Tenaga Rumah Singgah PPU Belum Terlatih, Dinsos Siapkan Program Pembekalan SDM

Edy Suratman Yulianto

Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Saidin. (Ist)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Saidin. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengungkapkan bahwa tenaga kerja yang saat ini menangani rumah singgah belum memiliki pelatihan profesional. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan sosial di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Saidin, menyebut bahwa tenaga yang tersedia saat ini bekerja secara spontan tanpa latar belakang pelatihan khusus dalam menangani permasalahan sosial seperti orang terlantar, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), atau korban kekerasan.

“Tenaga yang ada sekarang sifatnya masih spontanitas. Belum dilatih bagaimana menangani kasus-kasus seperti orang terlantar atau ODGJ,” ujar Saidin.

Rumah singgah yang dimaksud saat ini masih bersifat sementara, namun keberadaannya menjadi sangat penting sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat. Sayangnya, keterbatasan SDM menjadi hambatan utama dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Meski belum ada rencana untuk melakukan penambahan tenaga kerja secara besar-besaran, Dinsos telah mempertimbangkan perlunya kehadiran penjaga malam ketika rumah singgah permanen mulai beroperasi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keamanan dan memberikan pelayanan selama 24 jam.

Dengan adanya pembekalan, diharapkan tenaga kerja dapat memberikan pelayanan yang lebih manusiawi, profesional, dan sesuai standar penanganan sosial. Hal ini sekaligus menjawab tantangan pelayanan yang selama ini dianggap belum maksimal.

“Kami memang belum berencana menambah banyak tenaga, tetapi untuk rumah singgah permanen, kami mempertimbangkan adanya penjaga malam. Ini penting demi kenyamanan dan keselamatan penghuni,” pungkasnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses