DPRD PPU Dukung RSUD RAPB 4 Lantai Terealisasi

Edy Suratman Yulianto

Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Rencana pembangunan gedung rawat inap empat lantai di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali mencuat ke permukaan. Meski rencana ini sudah digagas sejak 2019 lalu, hingga kini realisasinya masih belum terwujud.

Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung penuh rencana pembangunan tersebut sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah pendanaan.

“Empat lantai itu masih sebatas mengharap kebaikan pusat. Kalau pakai APBD, tidak sanggup,” kata Thohiron.

Sejak pertama kali diwacanakan, Pemkab PPU telah mengalokasikan dana sebesar Rp339 juta dari APBD untuk tahap perencanaan. Sayangnya, tahapan pembangunan fisik belum juga dimulai hingga sekarang. Proyek ini dinilai membutuhkan anggaran yang sangat besar, bahkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kalau seluruh anggaran daerah hanya difokuskan untuk satu proyek ini, program lain bisa-bisa tidak jalan. Anggaran kita terbatas,” tegas Thohiron.

Menurutnya, situasi ini mengharuskan pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif. Ia mendorong agar Pemkab PPU mulai menjajaki skema pembiayaan di luar kemampuan fiskal daerah, seperti kerja sama dengan pihak ketiga.

“Pemerintah harus pandai-pandai mencari sumber lain. Skema kerja sama dengan pihak lain juga bisa. Tinggal pola kerjasamanya seperti apa. Selama itu menguntungkan masyarakat, ya kenapa tidak,” ujarnya.

Thohiron juga menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah strategis dan inovatif demi memenuhi kebutuhan infrastruktur kesehatan.

“Sangat penting berinovasi dan berkreasi agar cepat selesai, apalagi dengan pertumbuhan penduduk dan kompleksitas layanan kesehatan yang terus meningkat,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses