Jakarta, helloborneo.com – Kejelasan hukum adalah fondasi utama untuk menarik investasi sehat dan membangun kepercayaan publik terhadap instrumen keuangan berbasis blockchain dan mata uang digital.
Indonesia membutuhkan jembatan regulasi antara industri kripto dan forex yang berkembang pesat dengan kepastian hukum yang kokoh.
“Ekosistem industri kripto dan forex harus dibangun dan tumbuh bersama – regulator, pelaku usaha, dan masyarakat – dengan visi yang sama: menciptakan sistem keuangan yang modern, inklusif, dan aman,” kata Praktisi Pialang Berjangka, Dr. Adam Daniel, S.H., M.Si.
Dalam lanskap keuangan modern yang terus berevolusi, Dr. Adam Daniel merupakan salah satu sosok sentral yang menjembatani dunia hukum dan industri aset digital di Indonesia. Adam yang meraih gelar Doktor di bidang hukum korporat dari Universitas Pelita Harapan bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga praktisi berpengalaman di garis depan perdagangan kripto dan forex nasional.
Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di sektor investasi dan perdagangan, serta lebih dari satu dekade sebagai praktisi Pialang Berjangka, Adam telah melalui berbagai fase dinamika industri. Kini, ia dikenal luas sebagai konsultan hukum sekaligus edukator, yang berkomitmen untuk mendorong kejelasan regulasi dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap aset digital.
Sebelum berkiprah sebagai pengacara dan konsultan hukum, Adam telah menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan pialang besar dan bergengsi di berbagai perusahaan terkemuka. Pengalaman ini membuatnya paham betul seluk-beluk operasional industri dan tantangan hukum yang dihadapi pelaku usaha.
Pada tahun 2022, Adam memainkan peran penting dalam proses akuisisi perusahaan pialang dari sebuah kelompok usaha yang besar dan terkenal di negeri ini. Ia juga terlibat dalam berbagai wacana perizinan perdagangan aset kripto melalui koordinasi intensif dengan BAPPEBTI, Bursa, dan Lembaga Kliring. Keahliannya meliputi aspek hukum korporat, perlindungan konsumen, hingga tata kelola perusahaan berbasis aset digital.
Adam tak hanya aktif sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi swasta sebagai wujud dedikasinya dalam bidang edukasi. “Saya ingin membentuk ekosistem keuangan digital yang sehat, transparan, dan terlindungi. Edukasi hukum bukan hanya tugas regulator, tetapi tanggung jawab bersama antara praktisi, akademisi, dan industri,” tuturnya.
Dengan pendekatan yang edukatif dan praktis, Adam dipercaya banyak perusahaan untuk membantu restrukturisasi manajemen, pembukaan cabang, hingga penyelesaian sengketa dengan nasabah. Klien-kliennya melihat Adam bukan sekadar penasihat hukum, melainkan mitra strategis dalam membangun bisnis yang patuh hukum dan berkelanjutan.
Adam kini tengah menyusun sejumlah rekomendasi dan white paper untuk memperkuat kerangka regulasi aset digital di Indonesia. Dirinya menjadi bukti bahwa keahlian hukum bisa menjadi kekuatan transformasional dalam industri yang terus bergerak cepat. Ia adalah sosok yang menjadikan hukum bukan sebagai penghalang, tetapi sebagai jembatan menuju kemajuan. (ip/log)
















