Jembatan Nipah-Nipah ke Melawai Bakal Percepat Akses dan Tekan Biaya Logistik

Edy Suratman Yulianto

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Ist)
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan jembatan penghubung Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuju Melawai, Kota Balikpapan, dinilai akan menjadi terobosan besar dalam memperkuat konektivitas wilayah. Infrastruktur ini diproyeksikan mempersingkat waktu tempuh, memperlancar distribusi barang, dan menurunkan biaya logistik secara signifikan.

Bupati Kabupaten PPU, Mudyat Noor, mengatakan rencana pembangunan jembatan tersebut telah masuk tahap pembahasan teknis di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pemkab PPU juga telah membentuk tim bersama untuk menyusun rencana pembangunan secara detail.

“Kita sudah bertemu dengan Kepala Bappenas akhir Juli lalu dan mengajukan usulan. Responnya insyaallah memungkinkan. Kita ingin pembangunan ini benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Jembatan ini akan menghubungkan Kelurahan Nipah-Nipah di PPU dengan kawasan Melawai di Balikpapan. Selama ini, konektivitas antarwilayah tersebut bergantung pada jalur laut menggunakan kapal feri atau perahu, yang memerlukan waktu lebih lama dan biaya tambahan untuk pengiriman barang.

Dengan adanya jembatan, waktu tempuh akan jauh berkurang dan jalur distribusi barang menjadi lebih efisien. Hal ini diyakini mampu menekan ongkos kirim, mempercepat rantai pasok, serta membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan dan industri.

“Bayangkan, logistik yang biasanya harus menunggu kapal feri, nanti bisa langsung lewat darat. Ini akan memangkas biaya dan waktu, sehingga harga barang di pasaran bisa lebih stabil,” kata Mudyat.

Rencana pembangunan jembatan Nipah-Nipah ke Melawai sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2003 di masa kepemimpinan Yusran Aspar. Namun, berbagai kendala membuat proyek tersebut belum terwujud hingga kini. Dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah yang berdekatan, Pemkab PPU menilai momentum ini tepat untuk mempercepat realisasi.

Selain untuk mendukung aktivitas ekonomi, jembatan ini juga diharapkan memperkuat integrasi wilayah pesisir Kalimantan Timur. Mobilitas masyarakat dari Penajam ke Balikpapan atau sebaliknya akan lebih mudah, tanpa harus bergantung pada jadwal penyeberangan laut.

Dukungan juga datang dari sejumlah fraksi di DPRD PPU yang sepakat bahwa pembangunan jembatan ini akan membawa dampak jangka panjang bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Mereka mendorong proyek ini menjadi prioritas dan bisa diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

“Beberapa fraksi di DPRD sejalan dengan hal ini, mendorong agar proyek strategis ini diselesaikan dalam lima tahun ke depan,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses