R Zulkarnain F

Kutai Kartanegara, helloborneo.com – Pilihan untuk belajar di rumah melalui daring atau online selama pandemi, menyebabkan dua siswa sekolah dasar asal Kotaraja ini berinisyatif menjadi pedagang kue keliling untuk memiliki ponsel.
Ibnu dan Devan, keduanya dengan riang berkeliling disepanjang Jalan Kelurahan Timbau menjajakan berbagai macam makanan ringan. Seperti kue basah, kue klepon, dan berbagai gorengan. Jajanan yang diletakkan diatas nampan besar dari seng yang dibawa diatas kepala mereka.
Saat ditanya untuk apa jualan mereka berdua kompak menjawab ingin membeli sebuah ponsel, bukan untuk bermain game online, tapi lebih untuk belajar daring.
“Beli handphone buat belajar,” ujar Ibnu polos saat ditanya helloborneo.com, Sabtu (8/8/2020).
Dalam sehari, dua siswa kelas lima SD tersebut mampu mendapatkan uang hingga Rp100 ribu, hingga sebagian hasil keuntungan yang mereka peroleh disisihkan untuk membeli ponsel.
Mereka mengaku jadwal berjualan dilakukan setelah mengerjakan tugas dari sekolah dan tentunya dengan ijin orang tua mereka masing-masing. Ketika ditanya apakah mereka mendapatkan desakan dari orangtua, keduanya mengatakan tidak dipaksa berjualan oleh kedua orang tuanya
“Gak apa-apa, biar mandiri,” pungkas Ibnu, bocah berusia 11 tahun itu.
Mewabahnya COVID-19, membuat terbatasnya ruang gerak masyarakat. Tak pelak, membuat seluruh kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, lebih banyak ditiadakan.
Untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 kegiatan belajar mengajar di sekolah lebih dipusatkan pada pembelajaran secara daring atau online.
Tidak semua keluarga beruntung dengan segala ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana guna mengikuti pembelajaran secara daring.
Namun, bagi keluarga yang tidak mampu, perlu memutar otak untuk bisa memastikan anaknya bisa terus mengenyam pendidikan. Beruntung Ibnu dan Devan masih berkesempatan membantu orangtuanya, sedikit mengurangi beban keluarga dengan berjualan makanan ringan. (sop/tan)
















