Bank Sampah Maluhu Sisihkan Penghasilan Untuk Disumbangkan ke Langgar dan TPQ

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro. (Ist)
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro. (Ist)

Kutai Kartanegara, helloborneo.com – Bank sampah Kelurahan Maluhu salurkan hasil pendapatan penjualan kerajinan kepada Langgar dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).

Hal tersebut dikatakan Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro waktu ditemui di salah satu rumah seorang masyarakat saat menjalankan program Silaturahmi Satu Jam (Sitajam).

Ia mengatakan, selain guna mengurangi sampah masyarakat yang tidak digunakan. Hasil dari penjualan kerajinan di bank sampah digunakan untuk memberi bantuan kepada Langgar dan TPQ di Maluhu.

Berbagai macam hasil olahan kerajinan yang dihasilkan oleh bank sampah. Di antaranya kursi dari ban bekas, kerajinan dari botol bekas dan lain-lain.

“Hasil penjualan dari bank sampah ini kami sumbangkan ke Langgar dan TPQ yang ada disini (Maluhu),” ucapnya.

Upaya ini, kata dia, sebagai langkah guna memberikan sarana dan prasarana kepada Langgar dan TPQ di Kelurahan Maluhu, selain bantuan dari pemerintah.

“Kan banyak juga guru-guru ngaji itu yang sukarela tidak di gaji,” ungkapnya.

Dengan cara itu, ia ingin mensupport anak-anak yang belajar mengaji di masing-masing TPQ yang ada di Kelurahan Maluhu.

Diketahui, Pemerintah Kelurahan Maluhu baru-baru ini telah menyalurkan bantuan 345 Al-Quran dan Iqro kepada 23 TPQ di Maluhu.

“Sedikiti banyaknya uang semuanya masuk ke sana. Sistem yang kami pakai dari umat untuk umat,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses