Warga Penajam Kembali Keluhkan PJU Tidak Berfungsi

Ari. B

Lampu Penerangan Jalan Umum di kilometer 9 jalan propinsi penajam.

Penajam, helloborneo.com- Warga Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kembali mengeluhkan sejumlah lampu penerangan jalan umum yang sebelumnya menyala, namun sejak beberapa waktu terakhir tidak berfungsi lagi atau padam.

“Padamnya lampu penerangan jalan umum itu menimbulkan kerawanan terjadinya kecelakaan dan tindakan kejahatan.” kata Herman, salah satu warga Kecamatan Penajam, ketika ditemui helloborneo.com, Selasa.

Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan provinsi di wilayah Kecamatan Penajam mulai dari kilometer 4 hingga 9 sebelumnya berfungsi normal.

Jalan protokol kilometer 4 hingga 9 di wilayah Kecamatan Penajam merupakan jalur rawan kecelakaan, karena kondisi jalan banyak berlubang sehingga keberadaan lampu PJU sangat dibutuhkan.

“Bayangkan kondisi jalan banyak berlubang dan lampu jalan padam, jelas kondisi itu membahayakan pengguna jalan,” ujar Samsuri, warga Kecamatan Penajam lainnya.

Tidak adanya penerangan jalan, lanjutnya, sangat membahayakan warga para pengguna jalan, baik pengendara kendaraan maupun pejalan kaki pada saat malam hari.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, bahwa lampu PJU yang telah menyala di jalan utama itu masih dalam masa percobaan, sehingga tidak difungsikan atau dipadamkan dulu.

Daya lampu PJU yang diganti dari tenaga surya menjadi listrik itu juga menunggu sambungan jaringan dari PLN.

“Jadi, memang sengaja belum difungsikan secara maksimal karena masih masa percobaan dan belum mendapatkan daya listrik dari PLN,” jelas Supardi.

Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berencana mengganti semua PJU di sepanjang jalan provinsi dari tenaga surya ke daya listrik.

“Namun, kami masih menunggu ketersediaan daya listrik dari PLN dan juga pesanan material dari luar daerah. Apalagi, saat ini PLN sedang sibuk melakukan pemasangan jaringan interkoneksi Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan,” tambah Supardi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.