Penajam Berdayakan Lahan Tidur Untuk Tanam Padi

Bagus Purwa

Lahan Tidur di PPU.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memberdayakan lebih kurang 4.000 hektare lahan tidur untuk menanam tanaman padi guna menunjang ketahanan pangan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Bambang Marjuki saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu, mengatakan, instansinya akan mengoptimalkan lahan tidur untuk penanamam padi.

“Kami mencoba menerapkan program penanaman padi di lahan kering seluas 2.000 hektare dengan menanam padi jenis gogo, sehingga meningkatkan luasan tanam padi” ujarnya.

Padi gogo adalah jenis tanaman padi lahan kering yang tahan terhadap kekeringan pada daerah yang bercurah hujan rendah.

Selain lahan kering, Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara juga menerapkan penanaman padi di lahan rawa seluas 2.000 hektare untuk meningkatkan program penanaman padi di daerah setempat.

Sawah Kering di Penajam.

Pemanfaatan lahan tidur tersebut lanjut Bambang Majuki, untuk menambah luasan lahan pertanian atau sawah sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kami juga menerapkan penanaman padi dengan tumpang sari atau bercocok tanam berbagai jenis tanaman dalam satu lahan secara bersamaan atau hampir bersamaan,” katanya.

Kementerian Pertanian tengah memperluas pemanfaatan lahan tidur sebagai lumbung pangan sebagai langkah untuk mencegah krisis pangan nasional.

Penanaman padi di lahan kering dan lahan rawa menurut Bambang Marjuki, merupakan program pemerintah pusat untuk daerah yang dianggap minim pengairan atau lahan pertaniannya mengandalkan sistem pengairan tadah hujan.

Sepanjang 2018 jelasnya, luasan penanaman padi di wilayah Penajam Paser Utara mencapai sekitar 18.000 hektare, sudah termasuk dengan penanaman padi di lahan tidur.

“Kami berharap pemanfaatan lahan tidur berkontribusi terhadap perluasan lahan penanaman dan meningkatkan produksi padi di Kabupaten Penajam Paser Utara maupun di Kalimantan Timur,” tambah Bambang Marjuki. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.