Daya Listrik RSUD Penajam Ditambah Menjadi 1,1 Megawatt

Ari B

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR PPU, Supardi.

Penajam, helloborneo.com – Kapasitas daya listrik Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang selama ini hanya 197 kilovolt ampere akan ditambah menjadi sekitar 1,1 megawatt.

“Penambahan daya listrik RSUD akan dilakukan pada tahun ini (2019),” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Supardi ketika ditemui helloborneo.com, Jumat.

Anggaran penambahan daya listrik di rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut telah disiapkan lebih kurang Rp2,4 miliar.

Namun proyek penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung itu hingga kini belum masuk tahap lelang di Lembaga Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE barang dan jasa.

Dokumen lelang proyek penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung tersebut menurut Supardi, belum disahkan oleh pejabat yang berwenang sehingga belum diserahkan kepada LPSE barang dan jasa.

“Tinggal menunggu pengesahan dokumen oleh pejabat yang berwenang, kemudian proyek penambahan listrik RSUD masuk tahap lelang,” jelasnya.

Desain gambar dan rencana anggaran biaya untuk penambahan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung lanjut Supardi, telah rampung disusun.

“Kami optimistis penambahan daya listrik di RSUD dari 197 kilovolt ampere menjadi 1,1 megawatt itu akan selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

Kebutuhan daya listrik RSUD Ratu Aji Putri Botung semakin tinggi dengan adanya sejumlah fasilitas pelayanan seperti ruang operasi dan laboratorium yang mulai dioperasionalkan.

Kapasitas daya lsitrik yang dimiliki RSUD Ratu Aji Putri Botung selama ini hanya 197 kilovolt ampere, tidak mencukupi untuk operasional peralatan dan sejumlah ruangan pelayanan medis.

Untuk menambah pasokan daya listrik tersebut RSUD Ratu Aji Putri Botung mengandalkan tiga genset atau generator dengan biaya pembelian bahan bakar solar mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.