Bulog Telah Salurkan 478.250 Kilogram Rastra Di Penajam

Bagus Purwa

Tempat Penggilingan Gabah di Kecamatan Babulu.

Penajam, helloborneo.com – Sebanyak 478.250 kilogram beras sejahtera (rastra) telah disalurkan Badan Urusan Logistik atau Bulog kepada 9.565 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sepanjang 2019.

“Setiap bulan kami salurkan 95.650 Kilogram rastra untuk KPM di Kabupaten Penajam Paser Utara,” jelas Kepala Seksi Logistik atau Kasilog Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Panji Lintang ketika dihubungi helloborneo.com dari Penajam, Kamis.

Jatah beras sejahtera untuk 9.565 KPM tersebut menurut dia, sebanyak 10 kilogram per kepala keluarga yang disalurkan setiap bulan dan Bulog telah menyalurkan rastra di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai Januari hingga Mei 2019.

“Rastra yang telah disalurkan mulai Januari sampai Mei 2019 untuk KPM yang tersebar di wilayah Penajam Paser Utara itu sebanyak 478.250 kilogram.” kata Panji Lintang.

Penyaluran beras sejahtera di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, hanya sampai Mei 2019, karena sesuai kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) akan berubah dari bantuan sosial rastra menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT).

“Jadi selanjutnya disesuaikan BPNT yang tahapan perluasan programnya dimulai Juni, Agustus dan Oktober 2019, dan Kabupaten Penajam Paser Utara kena tahapan Juni 2019,” ujar Panji Lintang.

Ia menyatakan setelah BPNT diberlakukan, Bulog tidak lagi menyalurkan rastra ke KPM, namun diharapkan Bulog tetap dilibatkan dalam program BPNT tersebut.

Program BPNT berupa pemberian kupon belanja berbentuk kartu kepada keluarga kurang mampu yang dapat diganti dengan pangan jika berbelanja di e-warung sebagai penyedia pangan.

Setiap KPM memperoleh kartu yang berisi uang non tunai sekitar Rp110.000 untuk berbelanja bahan pangan di e-warung atau warung gotong royong elektronik.

“Bulog dapat dilibatkan untuk mengisi produk-produk pangan di e-warung dalam program BPNT itu khususnya beras, agar penyerapan beras lokal tetap terjamin,” ucap Panji Lintang.

“Dengan dilibatkan maka beras petani yang diserap Bulog masih bisa disalurkan kepada masyarakat, terutama warga kurang mampu,” tambahnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.