
Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara mengajukan pembuatan kanal atau embung untuk mengantisipasi penanganan bencana kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di daerah itu.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Marjani saat ditemui di ruangannya jumat mengatakan penanganan kebakaran dan hutan di empat wilayah kecamatan selama ini seringkali terkendala masalah sumber air.
“Hasil mitigasi di empat kecamatan pasokan air untuk penanganan karhutla sangat minim. Contoh di desa giripurwa yang memiliki lahan gambut cukup luas ternyata sulit ditemukan aliran atau sumber air yang memadai andaikata terjadi kebakaran.” Kata marjani setelah mengikuti apel penangann karhutla di halaman polres Penajam Paser Utara.
BPBD PPU lanjut Marjani telah mengajukan pembuatan kanal atau embung sebagai tempat penampungan air sementara di beberapa wilayah yang terkategori rawan terjadi kebakaran lahan. Embung tersebut sebagai antisipasi jika petugas kesulitan mencari sumber air yang memadai untuk kepentingan pemadaman.
Diantaranya di kelurahan petung, kemudian desa giripurwa,kelurahan nenang,kelurahan saloloang dan kelurahan waru.
Pembuatan kanal atau embung diakui Marjani telah diajukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara karena memiliki peralatan alat berat di setiap kecamatan.
“Solusinya kita berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar dibuat kanalisasi kemudian embung dan juga peralatan yang dibutuhkan. sampai saat ini kami masih menginvetarisir wilayah-wilayah yang perlu dibuat embung tersebut tapi kembali lagi kepada kemampuan ke dinas pupr nantinya.” ungkap Kalak BPBD PPU, Marjani. (adv/hb)
















