Seminggu Dibuka, Museum Mulawarman Mulai Dibanjiri Wisatawan

Foto Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugianto Ideal.

Tenggarong, helloborneo.com – Paska dibukanya kembali Museum Mulawarman yang berlokasi di Jalan Tepian Pandan, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk umum setelah lama ditutup karena pandemi Covid-19. Antusiasme masyarakat khususnya wisatawan dari luar daerah mulai berdatangan untuk sekedar berkunjung bahkan mempelajari sejarah salah satu tempat Kesultanan tertua di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Museum yang merupakan bekas istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936 ini merupakan salah satu destinasi pariwisata sejarah yang dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di dalam Museum Mulawarman sendiri tersimpan setidaknya 5.373 benda-benda bersejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara diantaranya; Patung Lembuswana, Singgasana Kesultanan, Pakaian Kebesaran Sultan, Keris, Meriam peninggalan VOC, seperangkat Gamelan, Arca Hindu, Koleksi Numismastika (Mata uang dan alat tukar lainnya) dan beberapa Prasasti Yupa beserta koleksi keramik Cina. Menurut catatan museum sendiri, sebanyak 50 persen koleksi yang ada di museum terbuat dari bahan organik dan 50 persen lainnya terbuat dari bahan anorganik.

Para wisatawan tidak hanya dapat mempelajari koleksi bersejarah milik Kesultanan Kutai Kartanegara, tapi juga dapat berziarah ke pemakaman Sultan Kutai yang berada di area kompleks Museum Mulawarman, seperti Sultan ke-16 Aji Salehuddin I, Sultan ke-17 Aji Mohammad Sulaiman, Sultan ke-19 Aji Muhammad Parikesit, dan Sayyid Muhammad bin Sayyid Saleh bin Yahya.

Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman, Sugianto Ideal mengatakan selama seminggu dibuka pengunjung dewasa mencapai lonjakan angka 927, dengan catatan pengunjung anak-anak berkisar di angka 197. Walaupun pengunjung Museum Mulawarman sangat masif, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

“Sesuai dengan prediksi dan harapan kita, kepadatan pengunjung masih bisa diantisipasi dengan baik, pengunjung tetap harus mematuhi setiap himbauan yang diarahkan oleh petugas mulai dari mengukur suhu tubuh, mencuci tangan sampai menjaga jarak selama berada di kompleks Museum. Saat beradap di dalam Museum, setiap pengunjung diminta untuk tidak berkerumun, melalui saluran audio pengeras suara kami selalu mengingatkan untuk tetap mematuhi peraturan,” tambahnya.

Daya tarik Museum Mulawarman bahkan sampai mendapat perhatian dari wisatawan luar daerah, yaitu pengunjung dari Samarinda, Balikpapan, dan rombongan dari kota Solo. (jok/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses