Kasus Terkonfirmasi Covid 19 di Berau Kian Melandai

Foto Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Berau, helloborneo.com – Jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Batiwakkal terus melandai. Saat ini tersisa Tanjung Redeb yang masih berada di zona orange, sementara kecamatan lainnya berada di zona kuning dan hijau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis menuturkan tren positif yang saat ini terjadi harus terus dijaga. Sebaliknya, melandainya kasus Covid19 ini juga menjadi tantangan untuk menjaga agar tidak ada lonjakan kasus.

“Ini antara tantangan dan keberhasilan,” ucapnya, Selasa (15/7/2021)

Ia melanjutkan, saat ini pasien Covid-19 yang terkonfirmasi tersisa 50 orang, sedangkan pasien sembuh mencapai 4511 orang. Dan yang meninggal dunia sebanyak 103 orang. Sedangkan sejak Maret 2020 lalu, hingga Juni 2021 kasus terkonfirmasi mencapai 4.664 jiwa.

“Kita apresiasi pemimpin sebelumnya, berkat mereka juga kasus ini turun,” ujarnya.

Selama setahun lebih pandemi Covid-19 mendiami Berau, bahkan hingga saat ini pandemi belum berakhir. Berbagai kegiatan terpaksa ditiadakan, guna menekan angka penularan Covid-19.

Hal ini menurutnya mampu membuat pandemi perlahan berkurang di Bumi Batiwakkal. Tantangan masih menunggu di depan mata untuk tetap melanjutkan status melandai tersebut.

“Berbagai upaya akan dilakukan, agar Berau sepenuhnya berada di zona hijau,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini Berau berada di posisi ke tujuh dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, untuk jumlah pasien yang di rawat, sedangkan diposisi terakhir ada Mahakam Ulu, dengan jumlah pasien dirawat hanya 16 orang, dan juga Penajam Paser Utara (PPU) sama dengan Mahakam Ulu untuk jumlah pasien yang dirawat.

“Harus dipertahankan,” katanya.

Disinggung mengenai, inspeksi mendadak (Sidak) yang kerap dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas), Gamalis menilai kegiatan ini berpengaruh besar terhadap angka penularan Covid-19, terlebih tim Satgas juga melakukan Rapid Antigen massal yang menyasar pengunjung cafe dan waiters.

“Akan tetap dilakukan, nanti dirubah formatnya seperti apa,” ungkapnya.

Terkait masalah anggaran, ia mengatakan, anggaran untuk penanganan Covid-19 di Bumi Batiwakkal masih aman. Meskipun harus melakukan recofusing anggaran dari berbagai proyek.
“Insya Allah masih aman,” tutupnya. (nr/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.