Mewabahnya Virus Corona Berdampak Kepada Penjual Hewan Kurban

David Purba

Foto Istimewa.

Balikpapan, helloborneo.com – Mewabahnya virus corona atau COVID-19 berdampak kepada penjual hewan kurban yang berada di Kota Balikpapan.

Sejumlah penjual hewan kurban yang berhasil ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Sabtu menyebutkan banyak masyarakat yang memilih membeli sapi dengan harga murah, bahkan ada yang beralih membeli kambing untuk dikurbankan.

Di tengah kondisi saat ini, banyak hewan kurban yang belum terjual sama sekali sejak sepekan terakhir. Kondisi inilah yang dikeluhkan penjual sapi kurban di tahun ini (2021).

“Banyak juga yang beralih membeli kambing. Beberapa konsumen kurban di tempat kami itu biasanya beli sapi, karena kondisi saat ini mereka beralih beli kambing,” ungkap Penjual Hewan Kurban BK Farm, Mohammad Abduh Kuddu.

“Beberapa teman saya telpon katanya sapinya belum ada yang laku, padahal mereka jualnya di tengah kota juga. Pedagang musiman yang dari Sulawesi juga mengeluh sepi,” ujarnya.

Namun Mohammad Abduh Kuddu mengakui bahwa tidak begitu mengalami dampak yang drastic, hanya saja para pelanggannya menurunkan anggaran (budget) pembelian lantaran kondisi keuangan, dengan memilih sapi yang lebih murah.

“Tolak ukurnya dari jumlah konsumen tahun lalu bisa terjual sampai 200 ekor lebih, tapi tahun ini belum sampai di angka 150 ekor,” jelasnya.

“Yang datang itu memang pelanggan dan rata-rata mereka mengganti hewan kurban dan menurunkan anggarannya yang semula Rp3-4 juta per orang turun jadi Rp2-3 juta jadi harga sapinya juga lebih murah,” tambah Mohammad Abduh Kuddu. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses