RSUD Beriman Balikpapan Bakal Dijadikan Rumah Sakit Khusus COVID-19

Joko Sugiarto

Foto Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Balikpapan, helloborneo.com – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Beriman Kota Balikapan yang berlokasi di Jl. Mayjen Sutoyo, Klandasan Ilir secara bertahap bakal dijadikan rumah sakit khusus pasien terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty saat dihubungi helloborneo.com di Balikpapan, Sabtu menjelaskan, sampai saat ini terdapat 11 rumah sakit yang menerima rujukan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Ke-11 rumah sakit rujukan pasien positif virus corona tersebut keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di ruangan khusus untuk merawat pasien yang membutuhkan pengawasan ketat (intensive care unit/ICU) sudah menyentuh 95 persen.

“Data BOR setiap hari kami dapatkan setelah pukul 13.00 Wita, sebab pasien pulang atau keluar biasanya diantara pukul 10.00-13.00 Wita, karena penanganan di ICU biasanya lama sehingga perubahan keterisian BOR tidak signifikan,” jelas Andi Sri Jularty.

Seberapa besar kapasitas BOR di rumah sakit ditambahkan lanjut ia, jika penyebaran COVID-19 di masyarakat tidak dicegah sedini mungkin, maka semua akan berakhir percuma.

Untuk pencegahan penularan virus corona di masyarakat tambah Andi Sri Juliarty, perkuat hulu terlebih dahulu, jika tidak maka pasien akan bertambah terus.

Sedangkan penguatan ada penerapan PPKM (pemberlakuan pengetatan kegiatan masyarakat) mikro di tingkat RT (rukun tetangga) yang mempunyai tim Satgas (satuan tugas) untuk melakukan isolasi mandiri secara maksimal.

RSUD Beriman sebagai rumah sakit Pemerintah Kota Balikpapan menurut Andi Sri Juliarty, akan difokuskan untuk menjadi tempat khusus pasien terkonfirmasi COVID-19 sesuai arahan kepela daerah.

“Sesuai arahan kepala daerah, walaupun tidak mudah manajemen RSUD Beriman secara bertahap telah siap untuk difokuskan sebagai rumah sakit rujukan khusus pasien COVID-19,” ujarnya.

“Masih ada pasien non-COVID-19, maka kesembuhan menjadi prioritas utama sembari mempersiapkan tenaga kesehatan khusus dan alat bantu medis lainnya,” kata Andi Sri Juliarty.

Tercatat per tanggal 16 Juli 2021 terkonfirmasi 454 pasien positif COVID-19 dengan perhitungan kumulatif menyentuh angka 23.667 pasien, bahkan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan terdapat pasien yang dirawat di lorong kamar rumah sakit. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.