Vaksin Dosis Pertama Untuk 74 Siswa di SLB Berau

N Rahayu

SLB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau menerima suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama. (NR)
SLB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau menerima suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama. (NR)

Berau, helloborneo.com  – Sebanyak 74 peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjung Redeb, Kabupaten Berau menerima suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama, Sabtu (15/10/2021)

Kepala Sekolah SLB Negeri Tanjung Redeb, Masluhi menuturkan total keseluruhan terdapat 161 siswa. Sedangkan peserta didik yang siap untuk divaksin sebanyak 87 siswa, namun hanya ada 74 siswa yang disuntik.

“Untuk hari ini hanya 74 siswa saja yang bisa mendapatkan suntikan vaksin, sisanya menyusul,”ungkap Masluhi.

Masluhi menjelaskan ada empat macam ketunaan di sekolah SLB yang membuat pihak sekolah dan tenaga kesehatan sedikit kesulitan dalam memberikan vaksin kepada siswa.

“Empat ketunaan ini diantaranya adalah tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dari masing-masing ketunaan tersebut memiliki berbagai macam karakteristik.  Bagi tunarungu dan tunanetra masih tidak ada kendala dan hambatan, yang menjadi kesulitan adalah siswa yang tunagrahita dan autis, sebab sikap prilakunya yang berbeda-beda yang membuat petugas menjadi sedikit kesulitan mengontrol emosi dan mood peserta didik untuk bisa disuntik vaksin.

“Jumlah dosis vaksin yang disediakan hari ini adalah sebanyak 200 dosis, dan akan diberikan kepada masyarakat umum setelah para siswa SLB sudah selesai,” tuturnya.

Ia menambahkan, rencananya 28 hari kedepan pihaknya akan melakukan vaksinasi tahap 2 ditempat yang sama.

Ditambahkan oleh Kepala Puskesmas Tanjung Redeb, Kasran pelayanan vaksin dosis pertama ini sempat terkendala serta membutuhkan waktu yang lebih lama, sebab para siswa memang membutuhkan pelayanan khusus dan harus mendapat pendampingan dari orangtua siswa.

“Karena yang tau persis riwayat penyakit maupun kondisi adalah orangtuanya,” jelasnya.

Prosedur vaksinasi tidak ada yang berbeda
dari masyarakat umum, mulai dari pendaftaran, screening, pemberian vaksin dan observasi. 

“Secara umum tidak ada kendala dalam pemberian vaksin, hanya memang kali ini membutuhkan pelayanan khusus,” pungkasnya. (sop/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.