RDMP Balikpapan Gelar Aksi Tuntut Perlindungan Kesehatan

Yor MS

Aksi damai Serikat Pekerja Buruh RDMP Balikpapan menuntut adanya perlindungan kesehatan bagi pekerja mendapat pengawalan aparat keamanan. (RMS)
Aksi damai Serikat Pekerja Buruh RDMP Balikpapan menuntut adanya perlindungan kesehatan bagi pekerja mendapat pengawalan aparat keamanan. (RMS)

Balikpapan, helloborneo.com – Serikat Pekerja Buruh Proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan menggelar aksi damai menuntut adanya perlindungan kesehatan bagi pekerja.

Aksi damai yang digelar Selasa, di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota tersebut juga mengklaim proyek RDMP Balikpapan belum mengakomodir pekerja lokal.

Disebutkan dalam orasi persentase jumlah pekerja lapangan RDMP Balikpapan belum mencapai 70 persen, itu menjadi poin utama tuntutan aksi serikat buruh yang disebut selama ini luput mendapat perhatian kontraktor, sub-kontraktor maupun PT Pertamina (Persero) sejak 2018. 

“Yang pertama dipekerjakannya warga Balikpapan di proyek RDMP, setidaknya 70 banding 30 persen. 70 persen untuk warga Balikpapan,” jelas Koordinator Lapangan aksi damai Serikat Pekerja Buruh RDMP Balikpapan Agus Setiadi ketika ditemui helloborneo.com. 

Keterlibatan pekerja lokal dalam mega proyek tersebut akan memberi dampak langsung pada daerah. Apalagi menurut dia, hampir 80 persen pencari kerja lokal saat ini sangat siap untuk bekerja. 

Selain persoalan keterlibatan tenaga kerja lokal, Serikat Pekerja Buruh RDMP turut menyinggung masalah perlindungan bagi pekerja proyek RDMP. 

Agus Setiadi menyatakan, hampir seluruh pekerja lapangan di proyek RDMP belum mendapat perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. 

“Minim sekali, selama ini hanya staf saja. Untuk pekerja lapangan seluruhnya belum. Paling tidak, harusnya ada perlindungan kecelakaan kerja kontruksi,” tambahnya. 

Serikat Pekerja Buruh RDMP Balikpapan mengaku telah menyurati berbagai pihak yang tergabung dalam “three partied” mengenai persoalan ini, tetapi belum mendapat respon positif. 

Aksi damai para pekerja dan buruh RDMP Balikpapan tersebut mendapat pengawalan ketat personel Polresta Balikpapan, dan unjuk rasa tersebut berlangsung lancar serta kondusif. 

Kabag Ops Polresta Balikpapan, Kompol Sarbini berharap, aksi-aksi unjuk rasa di kota Balikpapan dapat menghindari potensi terjadinya tindak kekerasan.

“Kalau bisa demo itu tidak ada benturan. Kepolisian dalam tugasnya dituntut mampu untuk mengayomi,” ucapnya. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.