Plt Bupati Penajam: Petani Punya Peranan Penting di Masyarakat

ES Yulianto

Plt Bupati Penajam Paser Utara serahkan bantuan sarana produksi padi rawa kepada petani, Selasa (14/6) (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pelaksanatugas Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam Pongrewa menyebutkan para petani mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat karena salah satu kebutuhan pokok khususnya beras merupakan hasil dari pertanian.

“Para petani bisa dikatakan sebagai pahlawan pangan bagi masyarakat. Karena tanpa mereka tentulah akan kesulitan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan beras sehari-hari,” ujarnya ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Dengan diterimanya bantuan sarana pertanian diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para petani khususnya di kecamatan Babulu lanjut dia, untuk terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sarana produksi padi rawa alokasi dana APBN dan bantuan dana operasional Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dari APBD I 2022 pada Selasa (14/6) secara simbolis diserahkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Babulu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat atas bantuan yang telah diberikan kepada petani tersebut.

“Pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat masih turut peduli, dan kami berharap petani bisa memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi petani padi di Kabupaten Penajam Paser Utara adalah menyangkut pemasaran padi hasil pertanian lanjut dia namun pemerintah kabupaten bisa memberikan solusi terbaik.

Salah satu solusi jangka pendek rencananya melalui koperasi yang dibentuk oleh kepengurusan Korp Pegawai Negeri (Korpri) Kabupaten Penajam Paser Utara akan membantu pendistribusian padi petani untuk kebutuhan ASN (aparatur sipil negara) di daerah itu.

“Nanti Korpri akan membentuk badan usaha koperasi, sebagai salah satu upaya bagaimana bisa membeli gabah atau beras petani untuk dikelola dan disalurkan kepada seluruh ASN,” jelasnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut tentu ada syarat yang harus dipenuhi oleh para petani tambah dia, beras produksi petani harus bisa memenuhi standar yang ada untuk dikonsumsi.

“Masa ASN-ASN diberi beras yang tidak bermutu, kasihan nanti jadi ASN yang kurang gizi,” kata Hamdam Pongrewa.

“Harusnya sejak awal kami bisa mencarikan solusi untuk persoalan itu. Bukan malah membangun rice milling yang justru akan mematikan usaha para petani yang ada di kecamatan Babulu,” tegasnya.

Pemasaran hasil produksi beras menjadi tantangan bagi para petani bagaimana bisa memproduksi beras dengan kualitas dan mutu yang baik ke depannya karena merupakan salah satu persoalan yang dihadapi oleh petani di Kabupaten Penajam Paser Utara

Lebih jauh Hamdam mengatakan bahwa kehadiran Ibu Kotanegara (IKN) juga merupakan peluang besar sekaligus tantangan bagi para petani ke depannya, puluhan ribu penduduk baru di IKN akan menambah jumlah kebutuhan pangan yang tentunya akan disuplai dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

Diharapkan agar seluruh petani yang ada tetap serius menjalankan profesinya sebagai petani dan selalu mengikuti apa yang dicontohkan oleh para penyuluh-penyuluh pertanian yang ada, karena penyuluh pertanian telah memiliki ilmu yang memang untuk memajukan para petani.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyono mengatakan, pemerintah kabupaten menyerahkan bantuan padi rawa yang merupakan bantuan dari APBN 2022  seluas 1669 hektare kepada 46 kelompok tani dengan paket yang diberikan berupa benih padi 50 kilogram per hektar, 50 kilogram per hektare, herbisida tiga liter dan pupuk cair tia liter per hektare.

“Untuk bibit padi rawa didatangkan dari Kabupaten Nganjuk yang memang diperuntukkan untuk lokasi sawah yang dominan tergenang air sesuai yang ada di wilayah ini,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara karena memang lahan yang ada di Kecamatan Babulu didominasi dengan lahan rawa yang berair. “Sejauh ini hasil panen hanya mampu menghasilkan tiga sampai empat ton per hektare.

Mudah-mudahan dengan sistem ini ke depan mampu menghasilkan panen hingga lima sampai tujuh ton per hektarenya sehingga hasil pertanian kita akan jauh lebih baik lagi, ucapnya. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses