Tanam 500 Bibit Mangrove, Pekerja PHI Hijaukan Ekowisata Mangrove PIK

Tanam 500 Bibit Mangrove, Pekerja PHI Hijaukan Ekowisata Mangrove PIK. (Ist)
Tanam 500 Bibit Mangrove, Pekerja PHI Hijaukan Ekowisata Mangrove PIK. (Ist)

Jakarta, helloborneo.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menginisiasi kegiatan penanaman 500 bibit mangrove Rhizopora di Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, pada 15 Juni 2024.  Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi PHI bersama Yayasan Lindungi Hutan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta, dan Kelompok Tani Hutan Flora Mangrove. Sekitar 50 pekerja PHI turut serta dalam kegiatan penanaman ini.

Pjs. Senior Manager HSSE PHI Sidik Mastrilianto menjelaskan, kegiatan penanaman bibit mangrove ini merupakan salah satu wujud komitmen Perusahaan dalam mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi kelompok tani.

”Perusahaan senantiasa menjalankan program pengelolaan lingkungan sesuai komitmen untuk turut mengurangi emisi karbon, melakukan efisiensi energidan konservasi lingkungan, serta mendukung kebijakan transisi energi Pertamina dan net zero emission di tahun 2060,” jelasnya. Tahun ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience dengan tujuan mengampanyekan kegiatan restorasi lingkungan. 

Menurut Sidik, melalui program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Perusahaan mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat yang selaras dengan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Terkait kegiatan penanaman mangrove, tujuan SDGs yang ingin dicapai adalah Tujuan 1 tentang meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar, Tujuan 8 tentang menyediakan jam kerja bagi warga sekitar, Tujuan 13 tentang membantu pengurangan emisi karbon, dan Tujuan 15 tentang pencegahan degradasi lahan akibat abrasi, mengurangi dampak banjir di permukiman warga, dan meningkatkan area tutupan hijau. 

Sementara itu, Manager Environment PHI Kemas Adrian mengharapkan penanaman pohon mangrove ini dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem di area Ekowisata Mangrove PIK secara khusus maupun daerah Jakarta pada umumnya. Melalui keterlibatan para pekerja, Kemas berharap kegiatan penanaman ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menyebarkan semangat penghijauan kepada seluruh pekerja.

”Bibit mangrove yang telah ditanam selanjutnya akan dipantau secara berkala oleh Yayasan Lindungi Hutan, mulai dari kondisi pohon, tinggi pohon, jumlah daun, serta dampak sosial ekonomi dan lingkungan. Kehadiran bibit mangrove ini diperkirakan dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sekitar 36 kg CO2 eq,” imbuh Kemas.

Pengawas Hutan Mangrove Angke Kapuk, Sunarmin, menyampaikan harapan agar kegiatan penanaman dapat dilaksanakan secara konsisten.

”Penanaman mangrove ini berdampak positif dan bermanfaat tidak hanya bagi lingkungan, tapi juga secara ekonomi kepada Kelompok Tani Hutan Flora Mangrove dan warga sekitar.” (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.