Kader Posyandu Petung Diberi Bekal Praktis dan Kreatif untuk Tingkatkan Kesehatan Balita

Edy Suratman Yulianto

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. (Ist)
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kelurahan Petung kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. Kegiatan bertema “Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Kader dalam Pelayanan Posyandu” ini berlangsung Selasa, 18 November 2025, di Balai Kelurahan Petung, dan diikuti kader dari seluruh RT di wilayah tersebut.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kelurahan Petung dan UPT Puskesmas Petung. Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Petung, Erlinawati, SKM., MM.Kes, turut hadir memberikan dukungan penuh. Ia menekankan bahwa posyandu ke depan akan mengusung konsep integrasi layanan, meliputi balita, remaja, hingga lansia, untuk memperkuat mutu pelayanan di sembilan kelurahan dan desa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Petung, Achmad Fitriady. Dalam sambutannya, Lurah menegaskan bahwa kader posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dasar. Karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan semakin profesional, ramah, dan tepat sasaran.

Selain itu, Lurah Petung mengungkapkan bahwa pemerintah kelurahan tengah menyiapkan mekanisme assessment dan jenjang kompetensi bagi para kader, mulai dari tingkat Muda, Madya, hingga Utama. Kader yang berhasil memperoleh sertifikasi berpotensi menjadi narasumber, menambah wawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Jangan sampai ada kader yang tidak mampu membaca timbangan atau mengukur tinggi badan dengan benar. Pelatihan ini kami harapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus kreativitas kader,” tegas Lurah Petung.

Pelatihan diisi dengan sesi penyampaian materi oleh tenaga kesehatan Puskesmas Petung. Materi mencakup teknik penimbangan dan pengukuran tumbuh kembang balita, pencatatan dan pelaporan posyandu secara sistematis, hingga penerapan etika pelayanan berbasis komunikasi efektif.

Peserta juga diberikan pembekalan mengenai inovasi pelayanan posyandu ramah anak, pengembangan media edukasi kreatif, serta penataan tata ruang posyandu yang nyaman bagi ibu dan anak. Hal ini bertujuan agar layanan posyandu tidak hanya tepat sasaran tetapi juga menarik dan nyaman bagi masyarakat.

Tidak hanya teori, pelatihan ini menghadirkan sesi praktik langsung. Simulasi penimbangan balita, pengukuran lingkar kepala, hingga praktik membuat alat bantu edukasi sederhana menjadi bagian penting. Kegiatan berlangsung interaktif dan antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif dalam praktik.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para kader benar-benar memahami teknik pelayanan posyandu secara tepat, sekaligus mampu menghadirkan layanan yang lebih kreatif dan ramah bagi ibu serta balita,” pungkas Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Petung, Erlinawati. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses