Roy MS/Rilis

Balikpapan, helloborneo.com – Pertamina mengoperasikan Satu lagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kilometer 13, Balikpapan Utara. SPBU yang terletak di jalur menuju pelabuhan peti kemas atau Kariangau Kaltim Terminal (KKT) itu mulai beroperasi Jumat (1/4) lalu.
Selanjutnya, SPBU KM 13 ini dikhususkan melayani penyaluran solar bersubsidi sebagaimana dikeluhkan langka oleh sebagian kalangan sopir muatan.
“Sebagai upaya mengurai antrean, Pertamina menambah satu titik SPBU yang melayani solar subsidi,” singkat Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), Dedi Sunardi disela pengecekan distribusi BBM dalam menghadapi Ramadan di Balikpapan, Minggu (3/4).
Dalam kesempatan itu, Dedi menyesalkan masih adanya praktik penyelewengan solar bersubsidi di wilayah Kalimantan Timur, sehingga berdampak terhadap distribusi bagi masyarakat yang berhak menggunakan. Seperti kasus penyelewengan dan penimbunan solar subsidi di Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Tenggarong baru-baru ini.
Dia pun tak luput mengapresiasi upaya jajaran kepolisian di Kaltim dalam mendukung keamanan dan kelancaran distribusi BBM ke masyarakat.
“Dengan adanya pengungkapan kasus BBM ilegal oleh aparat penegak hukum, maka efek jera yang dirasakan oleh oknum pelaku bisa menjadi edukasi bagi masyarakat untuk tidak curang dalam menggunakan BBM Subsidi,” harapnya.
Di saat yang hampir bersamaan, Agus, salah seorang sopir truk mengaku mulai merasakan dampak dari beroperasinya SPBU KM 13, Balikpapan Utara. Menurutnya, antrean kendaraan mengisi solar subsidi mulai terurai.
“Sekarang saya membeli solar di KM 13 dan gak perlu antre lama dan panjang. Lebih mudah sekarang,” cetus sopir truk muatan logistik dan bahan pokok itu.
Pada kunjungannya di Balikpapan, Dedi turut mengecek dua SPBU lainnya antara lain SPBU Kebun Sayur dan Kilometer 9. Di kedua lokasi tersebut Dedi tak luput mengecek sistem monitoring digital stok BBM, CCTV, hingga penggunaan Kartu Kendali Solar Subsidi untuk menertibkan antrean dan memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran.
Mengantisipasi terjadinya peningkatan kebutuhan BBM seiring dengan adanya arus mudik, Pertamina menyiapkan layanan tambahan yakni, SPBU Siaga, mobil tangki siaga, motorist, SPBU Kantong dan menyediakan fasilitas kesehatan di sejumlah rest area di jalur mudik.
“Kami akan menurunkan tim Satuan Tugas Khusus Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) mulai 11 April hingga 10 Mei 2022. Satgas ini untuk memastikan kelancaran pasokan dan penyaluran BBM dan LPG,” pungkasnya. (yor)
Baca juga:
Dua Tahun Beroperasi, Gudang Penimbunan Solar Subsidi Berakhir digerebek Polisi
Terbukti Turut Serta Selewengkan BBM Subsidi, 100 SPBU/SPBN disanksi
















