Terbukti Turut Serta Selewengkan BBM Subsidi, 100 SPBU/SPBN disanksi

Roy MS/Rilis

Konferensi Pers pengungkapkan kasus penyelewengan solar subsidi di PPU oleh jajaran Polda Kaltim. (ist)

Jakarta, helloborneo.com – Pertamina mengapresiasi langkah tegas aparat dalam menindak penyalahgunaan Solar Bersubsidi di sejumlah daerah di Indonesia. Satu di antaranya yakni pengungkapan kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang melibatkan pekerja SPBN (Stasiun Pengisian BBM khusus Nelayan) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, beberapa hari lalu.

“Tentu ini praktik (penyelewengan bbm subsidi) yang merugikan negara, dan ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya volume solar di SPBU sehingga terjadi antrean solar beberapa waktu lalu,” ungkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Pesero) Fajriyah Usman dalam keterangan tertulis yang diterima helloborneo.com, Sabtu (2/4).

Lebih lanjut Fajriansyah menyatakan, pihaknya turut memberi sanksi kepada SPBU yang terbukti turut serta melakukan penyelewengan terhadap produk subsidi Pertamina.

Sepanjang tahun 2021, Pertamina telah menyanksi sedikitnya 100 SPBU yang terbukti melakukan penyelewengan. Di antaranya pengisian solar subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan atau administrasi, serta melayani pengisian lebih dari 200 liter untuk satu kendaraan.

Fajriansyah memastikan penindakan seperti demikian akan terus dilanjutkan oleh Pertamina. Sebagai efek jera, Pertamina memberi sanksi berupa penghentian pasokan hingga ke tahap penutupan SPBU.

“Jadi Ini berlaku pada seluruh SPBU / SPBN yang lain  jika terbukti merugikan negara dan masyarakat. Pertamina juga akan terus berkoordinasi intens dengan POLRI dan TNI untuk menindak tegas penyimpangan penyaluran solar yang tidak sesuai dengan regulasi” jelasnya.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, penggunaan solar subsidi ditujukan bagi sektor transportasi yakni kendaraan berplat hitam untuk mengangkut  orang atau barang, kendaraan untuk layanan umum (ambulance, Pemadan kebakaran, pengangkut sampah)  dan  kendaraan berplat kuning. Serta kendaraan yang masuk kategori berhak dengan diperkuat oleh surat verifikasi dan rekomendasi dari SKPD terkait.

“Untuk kendaraan pengangkut hasil tambang dan perkebunan dengan 6 roda atau lebih bukan merupakan kendaraan yang berhak menggunakan solar subsidi. Mereka menggunakan Pertamina Dex atau Dexlite” jelasnya. (yor)

Baca juga:

Dua Tahun Beroperasi, Gudang Penimbunan Solar Subsidi Berakhir digerebek Polisi

Pemicu Kelangkaan Terungkap, Jajaran Kepolisian di Kaltim Ciduk Empat Pengetab Solar Subsidi di Dua Daerah




One thought on “Terbukti Turut Serta Selewengkan BBM Subsidi, 100 SPBU/SPBN disanksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.