Angin Kencang, Nelayan Kabupaten Paser Belum Berani Melaut

Rapal JKN

 

Mengisi kekosongan karena angin kencang, nelayan Kabupaten Paser membuat jala. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Mengisi kekosongan karena angin kencang, nelayan Kabupaten Paser membuat jala. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Kondisi kencangnya angin selatan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, membuat harga ikan segar di pasaran naik 30 persen. Pasalnya banyak nelayan yang takut, untuk melaut di kondisi angin kencang.

Ikan Layang, kini berharga Rp15 hingga Rp20 ribu per kilogramnya, Ikan Tongkol kini menjadi Rp25 hingga Rp30 ribu per kilogramnya. Sedangkan Ikan Kakap Rp35 hingga Rp45 ribu per kilogramnya. Semuanya harga ikan naik tergantung jenis dan kualitas kesegaran ikan itu tersendiri.

Udin, pedagang ikan Pasar Senaken mengatakan, mahalnya harga ikan karena minimnya pasokan dari nelayan. Hal ini disebabkan pengaruh cuaca yang membuat gelombong besar sehingga nelayan tidak berani pergi melaut.

“Kami terpaksa menaikan harga karena pasokan ikan dari nelayan sangat minim,” ujarnya.

“Cuaca yang tidak menentu membuat gelombang besar di laut, itu yang menyebabkan nelayan tidak berani melaut. Sehingga terpaksa kami mematok harga tinggi ikannya, untuk membuat para nelayan kembali melaut,” lanjutnya.

Sementara itu, Maming nelayan yang dijumpai helloborneo.com mengatakan, belum berani turun melaut. Pasalnya kondisi angin masih kencang, dan membahayakan. Walaupun dipaksakan tak mampu meraup hasil tangkapan yang banyak.

“Kondisi angin saat ini masih kencang oleh sebab itu kami libur dulu sementara waktu. Sembari mengisi waktu kami membuat bubu (perangkap ikan) untuk persiapan jika angin mereda,” pungkasnya. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.