Pemasangan PJU di Penajam Tidak Dapat Terealisasi

Ari B

Lampu PJU di Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Pemasangan lampu penerangan jalan umum lanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 2018 dipastikan tidak dapat terealisasi karena terkendala minimnya keuangan daerah setempat.

Kepala Bidang Cipta Karya Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi saat ditemui helloborneo.com di Penajam, kamis, mengatakan, bahwa tahun ini (2018) tidak ada kegiatan pemasangan lampu penerangan jalan umum.

Anggaran daerah tidak mencukupi, menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menunda sejumlah kegiatan fisik pada 2018, termasuk kelanjutan pemasangan lampu PJU (penerangan jalan umum).

Menurut Supardi, dengan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami defisit dan pendapatan menurun, instansinya mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pemasangan lanjutan lampu JPU.

“Sejak 2017, kami ajukan bantuan keuangan untuk lanjutan pemasangan lampu PJU kepada Pemrprov Kaltim tapi sampai saat ini belum terealisasi,” ungkapnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sekitar Rp6 miliar untuk pemasangan lampu PJU.

Renananya, pemasangan lampu PJU dilanjutkan mulai dari Kelurahan Lawe-Lawe hingga Kelurahan Petung sebanyak 80 titik.

Namun dengan tidak diakomodir usulan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemasangan lampu PJU lanjutan pada 2018 gagal terealisasi.

Supardi menduga persoalan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, juga mengalami defisit sehingga banyak kegiatan pada 2018 dirasinalisasi atau dkurangi.

Dengan tidak ditanggapi usulan bantuan keuangan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut tambahnya, instansinya mengusulkan kegiatan pemasangan lampu PJU lanjutan pada APBD 2019 sekitar Rp2 miliar.

Jalan raya di wilayah Penajam Paser Utara masih banyak yang belum memiliki penerangan sehingga memicu terjadinya kecelakaan dan kriminalitas jalanan pada malam hari. (bp/hb)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.