Perusahaan di Penajam Diminta Membuat Embung Penampung Air

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Seluruh perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diminta membuat embung penampung air untuk keperluan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan pada saat musim kemarau.

Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat, menyatakan, pemerintah kabupaten telah meminta setiap perusahaan perkebunan membuat embung penampung air untuk menangani terjadinya kebakaran.

Sekretaris Kabupaten PPU Tohar.

“Pembuatan embung atau kanal itu untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi hingga September 2018,” katanya.

Menurut Tohar, musim kemarau menjadikan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Penajam Paser Utara akan terus meningkat.

Perusahaan diminta untuk mempersiapkan kanal atau embung penampung air itu lanjut ia, sebab petugas kesulitan mendapatkan pasokan air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

“Petugas pemadaman kebakaran kesulitan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan karena lokasi tidak bisa dijangkau kendaraan dan minimnya pasokan air saat melakuka pemadaman,” ujar Tohar.

Embung atau kanal penampung air tersebut jelasnya, juga dapat untuk mengelola air agar lahan gambut tidak menjadi cepat kering selama musim kemarau, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, dalam dua pekan terakhir seluas lebih kurang 20 hektare lahan perkebunan dan lahan gambut di daerah setempat terbakar.

Sekitar 6,3 hektare lahan yang terbakar tersebut berada di wilayah PT Kebun Mandiri Sejahtera, salah satu perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara memetakan sedikitnya 500 hektare lahan gambut yang berada di wilayah Kecamatan Penajam rawan terbakar pada saat musim kemarau.

Masyarakat juga diminta ikut mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing, dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar terutama pada saat musim kemarau. (bp/hb/Adv)

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.