Bupati Penajam Berjanji Perjuangkan Dana Bagi Hasil

Ari B
Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud berjanji memperjuangkan agar dana bagi hasil minyak dan gas bumi dari pemerintah pusat dapat disalurkan seluruhnya untuk membayar sejumlah kewajiban.

Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud.

“Masih ada kewajiban pemerintah kabupaten yang belum terbayarkan, kami akan berjuang agar dana bagi hasil minyak dan gas bumi dapat seluruhnya dicairkan oleh pemerintah pusat,” kata Abdul Gafur Mas’ud ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara masih memiliki sejumlah kewajiban yang harus dibayarkan, termasuk pembayaran insentif PNS selama tiga bulan (Juli-September 2018) yang hingga kini belum dibayarkan.

Kondisi kas daerah yang semakin menipis memaksa Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menunda sejumlah kegiatan dan program di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga masih memiliki tanggungan utang proyek yang dibiayai melalui skema anggaran tahun jamak (multiyears) yang cukup besar.

Untuk membayar sejumlah kewajiban, termasuk membayar insentif PNS (pegawai negeri sipil) tersebut Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menunggu transfer dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

“Kami akan berusaha agar pemerintah pusat mencairkan dana bagi hasil Kabupaten Penajam Paser Utara secara keseluruhan, sehingga dapat menyelesaikan kewajiban itu” tegas Abdul Gafur Mas’ud.

Namun, bupati belum dapat memastikan dapat membayarkan insentif PNS dibayar penuh selama 12 bulan, sesuai usulan yang disampaikan fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara.

Fraksi Gabungan DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta pemerintah kabupaten pada 2018 membayarkan insentif PNS selama 12 bulan, sebab pada 2017 insentif PNS hanya dibayarkan sampai Oktober kerena mengalami defisit keuangan.

Pembayaran insentif atau tunjangan penambahan penghasilan (TPP) bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, biasanya dilakukan setiap akhir bulan.

Para PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, resah dan cemas selama tiga bulan belum menerima insentif sebagai tambahan penghasilan yang menjadi haknya untuk menafkahi keluarga. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.