Demonstrasi Pengesahan Omnibus Law Berakhir Ricuh

Dok. Demo di Balikpapan, Kamis (6/10).

Balikpapan,helloborneo.com – Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Balikpapan Bergerak (Barak) ngeluruk ke Kantor DPRD Kota Balikpapan, Kamis (8/10).

Aksi massa dari kalangan pelajar mahasiswa hingga pekerja ini menuntut dicabutnya Undang Undang Omnibus Law yang disahkan, Senin (5/10/2020) lalu.

“Kita mewakili rakyat yang resah akan pengesahan Omnibus Law, saya meyakini semua elemen elemen masyarakat, mereka semua menolak adanya Omnibus law,” ungkap, Korlap Aksi, Fahri Maulana, Kamis (8/10/2020).

Pengesahan Omnibus Law dinilai akan mensengsarakan rakyat, diantaranya upah murah, perampasan hak-hak pekerja, hingga kerusakan lingkungan dari penyederhanaan pemberian izin terhadap pemodal.

Tak ada negoisasi dalam aksi ini, demonstran meminta DPRD untuk menyatakan sikap turut menolak disahkannya Undang-Undang Omnisbus Law, bila tak di setujui, maka massa aksi akan memaksa masuk untuk menduduki Gedung DPRD Kota Balikpapan.

“Kita meminta pernyataan sikap dari DPRD, kalau tidak disetujui kita akan bawa massa aksi yang lebih besar, kita juga akan menduduki Gedung DPRD secara paksa,” tandasnya Fahri

Para demonstram terus memaksa masuk ke gedung DPRD Kota Balikpapan, hingga akhirnya kericuhan pun tak terelakkan, beberapa kali aparat keamanan menembakkan gas air mata.Sejumlah massa yang diduga sebagai penyebab kericuhan pun terlihat diamankan aparat keamanan.

Sementara itu Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, massa aksi yang tak terkendali ini pun akhirnya dibubarkan paksa, lantaran terjadinya aksi saling lempar, serta pengerusakan sejumlah fasilitas umum.

“Cukup alot tadi ya sama rekan-rekan mahasiswa, pada prinsip nya kita tidak ingin mereka disusupi kelompok-kelompok yang memanfaatkan mereka, sehingga saat tadi mulai memanas kami bubarkan, karena sudah tidak bener, sudah mulai pengerusakan, sudah mulai ada orasi orasi yang kurang pantas,” tandasnya.

Terkait sejumlah massa aksi yang diamankan saat ini berada di Polda Kaltim, sebanyak 11 orang.

“Yang hilang kami belum dapat laporan, kalau yang diamankan kita sudah amankan di polda itu sebanyak 11 orang, kemudian kita nego dengan mereka, pada dasarnya kita cari jalan terbaik lah buat kawan kawan,” terang Kapolresta Balikpapan.

Akibat kericuhan yang terjadi, sejumlah massa aksi juga harus dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kalau yang dirumah sakit, saya kira nanti kita akan cek satu satu, mereka juga korlap juga udah mengkordinir, kita belum ada laporan jumlahnya beberapa, petugas keamanan juga tadi ada yang harus dievakuasi karena kena lemparan di pelipis atas matanya,” tutup Turmudi. (deps/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.