Indonesia Kerjasama Perdagangan dan Investasi dengan Belanda

Tun MZ

Dialog penguatan ekonomi. (Ist)
Dialog penguatan ekonomi. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Pemerintah Indonesia dan Belanda segera lakukan kerjasama perdagangan dan investasi.

“Kalau kita berbicara kerjasama dagang itu tidak hanya satu kali tapi kontinu,” kata Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam dialog penguatan ekonomi di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (22/9).

Dia menjelaskan, bahwa Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sudah banyak memiliki perjanjian dagang dan neraca perdagangan untuk ekspor juga sangat bagus dalam kondisi surplus di angka 2,9 miliar US Dollar. Angka tersebut telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyampaikan, bahwa pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian luar Negeri dan tentunya juga pemerintah daerah, termasuk teman DPR RI untuk menggenjot peningkatan potensi perdagangan.

Menurutnya, saat ini, ada lima produk adalan yang diekspor oleh Pemerintah Indonesia, yang pertama adalah batubara, CPO, nikel elektronik dan kayu beserta turunannya. Dan di Kalimantan Timur banyak sumber yang seperti itu.

“Produk-produk tersebut juga sudah diekspor sejak lama dan telah menjadi andalan dan juga bukti bahwa pemerintah daerah itu sangat kontributif, cara mendukung pemerintah pusat untuk meningkatkan hubungan dagang,” terangnya.

Jerry menuturkan, tadi dari perwakilan kedutaan Belanda hadir dan kami sudah banyak berdiskusi, begitu banyak inside untuk perdagangan kedepannya. Dan forum-forum seperti ini bisa terus dilakukan dan bisa menjadi dorongan bagi kita semua, agar daerah ini juga bisa terlibat karena memang semua produk barang-barang akan diekspor itu letaknya ada di daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan siap mendukung program tersebut, namun pihaknya tidak bisa memilih negara tujuan ekspor. Karena pemerintah daerah hanya memfasilitasi kegiatan ekspor yang dilaksanakan oleh eksportir.

“Yang jelas kita sudah memberikan produknya dan kita memilih siapa yang memberikan harga yang paling baik, itu kita berikan. Kalau misalnya kemudian harga di Inggris lebih baik, kita kirimkan, kita tidak bisa mengatur,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, kita hanya memfasilitasi agar eksportir batubara bisa melakukan ekspor yang baik dan memberikan manfaatnya bagi Kalimantan Timur.

Hadi menyatakan, bahwa selain batubara juga banyak produk UMKM yang bisa diekspor, bisa ditingkatkan. Dan pihaknya siap untuk memfasilitasi.

Sementara ditempat yang sama, Natasja Van Der Geest, Kepala Departemen Ekonomi Duta Besar Belanda menyampaikan, bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan forum kerjasama ini.

Dirinya siap mengakomodir masukan yang diterima khususnya untuk pengembangan UMKM.

“Kami sangat senang sekali dengan adanya forum ini, dan kami juga memiliki forum yang isinya para manajer yang mengakomodir UMKM,” tuturnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.