Ari B

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penjam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendukung Pertashop dibangun di setiap desa di daerah itu yang jaraknya jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syarifuddin HR saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin mengatakan pembentukan Pertashop desa sebagai upaya pemerataan distribusi BBM (bahan bakar minyak).
Rencana Dinas Pembardayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara membangun Pertashop desa mendapat dukungan dari legislatif atau DPRD setempat.
Distribusi BBM di empat wilayah kecamatan Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Syarifuddin HR, selama ini belum merata.
“SPBU maupun APMS (penambahan agen penyalur minyak solar) di wilayah Penajam Paser Utara masih terbatas,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.
Syarifuddin HR berharap dengan keberadaan Pertashop di daerah pelosok, masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan harga standar.
Ia meminta rencana pembentukan Pertashop di setiap desa yang jaraknya jauh dari SPBU maupun APMS tersebut dilanjutkan sampai terealisasi.
Apalagi sebagai persiapan pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur kata Syarifuddin HR, pemerintahan desa diharapkan mulai berupaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia), serta membantu ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya Pertashop desa lebih baik karena dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM,” ucapnya.
“Kalau PT Pertamina (Persero) mau bekerja sama kami sambut dengan baik karena banyak nilai positifnya bagi desa,” ujar Syarifuddin HR.
Pertamina Shop atau disingkat Pertashop tersebut merupakan lembaga penyaluran BBM di tengah desa yang resmi dari pemerintah. (bp/hb)

















