Megaproyek RDMP Balikpapan Hampir Setengah Rampung

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Pertamina berhasil menuntaskan 9 milestone atau tonggak pencapaian besar pada megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Sampai akhir tahun 2021 lalu, progres RDMP Balikpapan melampaui target 45,54 persen, dengan persentase realisasi sebesar 46,92 persen. Capaian ini meliputi engineering, procurement, construction, dan commissioning.

“Kami optimis proyek RDMP Balikpapan dapat on stream sesuai target di tahun 2024,” ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat meninjau proyek RDMP Balikpapan, baru-baru ini.

Seiring progres RDMP, Pertamina juga melakukan ekspansi pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara. Proyek ini meliputi jalur pipa lepas pantai (offshore) dan darat (onshore) sepanjang 41 KM dan dua tangki berkapasitas kapasitas 2.000.000 barrel sebagai komponen penunjang.

Menurut Nicke, penyelesaian RDMP Balikpapan ditujukan untuk menekan defisit neraca migas hingga 2,65 Miliar USD per tahun. Upaya itu dilakukan melalui substitusi produk impor dengan produk – produk bernilai jual tinggi, seperti Gasoline dengan Kualitas EURO V dan juga produk Petrokimia Propylene yang kebutuhannya masih sangat tinggi.

“Melalui RDMP Balikpapan, produk-produk Non-BBM seperti LPG akan naik pesat 48 kilo ton per tahun menjadi 384 kilo ton per tahun. Paralel, produk BBM seperti Gasoline, Diesel dan Avtur juga naik drastis dengan total produksi menjadi 319 ribu barel/hari,” urainya.

RDMP Balikpapan merupakan upaya meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kompleksitas kilang dalam mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses