Kebijakan Tak Jelas, HPI PPU Nilai Wisata Benuo Taka Sulit Berkembang

ES Yulianto

Ketua HPI Kabupaten PPU, Agung Khisbullah (tengah). (Ist)
Ketua HPI Kabupaten PPU, Agung Khisbullah (tengah). (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Penajam Paser Utara mengaku mengalami kesulitan melakukan promosi wisata setempat. Hal tersebut dianggap karena kebijakan yang kurang oleh pemerintah daerah.

Menurut Ketua HPI Kabupaten Penajam Paser Utara, Agung Khisbullah bahwa saat ini peran pemerintah daerah belum berdampak pada dunia pariwisata di Benuo Taka. Hingga saat ini tak pernah terdata jumlah pengunjung wisata.

“Peran pemerintah sudah ada, tapi dampaknya tidak ada data jumlah pengunjung. Menilainya dari pengunjung,” kata Agung Khisbullah.

Guna mendukung dunia pariwisata, HPI saat ini mengalami kesulitan dimana potensi kunjungan wisata ke Titik Nol Ibu Kota Negara tidak dimanfaatkan, akibat dari regulasi atau kebijakan yang tidak jelas.

“Seperti objek Titik Nol IKN bisa, terkait kebijakan untuk kita para pramuwisata menjadi guide untuk pengunjung dari luar daerah,”

Hal itu disampaikan bahwa pihaknya memiliki pengalaman dari kunjungan luar daerah. Dimana waktu itu adanya tamu dari negara Philipina namun pihaknya tak bisa masuk sampai ke Titik Nol.

Atas dasar tersebut membuat Agung Khisbullah meminta ada kebijakan yang tepat untuk kunjungan ke Titik Nol. Saat ini potensi besar wisata yakni daya tarik pengujung untuk berswafoto di Tugu Titik Nol Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kami cuma butuh dukungan kebijakan dimana saat ini potensi kunjungan terbesat ada di kawasan Titik Nol yang terkenal akibat perpindahan Ibu Kota, bukan dukungan keuangan atau finansial yang kami butuhkan,”

Dengan adanya kebijakan yang jelas membuat Anggota HPI Kabupaten Penajam Paser Utara, turut aktif mempromosikan wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak hanya wilayah IKN. Dari dampak jumlah kunjungan ke IKN pun HPI merasa mampu untuk mempromosikan objek wisata lainnya yang tidak dikelolah oleh pemerintah saat ini.

“Kalau ada kebijakan yang jelas kita juga pasti akan mengiring para wisatawan tidak hanya ke IKN juga bisa ke objek wisata lainnya,” jelasnya.

Sampai saat ini ada puluhan objek wisata dan potensi wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara yang memiliki nilai jual untuk menjadi daya tarik pengunjung. Namun sayang hal itu kurang dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai sumber promosi dan pendapatan. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses