
Roy MS
Balikpapan, helloborneo.com – Satu anak di Penajam Paser Utara (PPU) meninggal dunia diduga akibat gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA). Temuan suspek GGAPA pertama di Kalimantan Timur tersebut diungkap Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor di Balikpapan, Rabu (26/10).
Isran memastikan temuan tersebut telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan kini masih menunggu hasil penelitian.
“Ada indikasi satu di PPU. Anak perempuan umur delapan tahun meninggal. Lagi diperdalam, di-tracking, apakah karena pengaruh konsumsi obat-obatan yang dilarang seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan,” ujarnya kepada wartawan.
Menyusul adanya temuan tersebut, Ia memastikan rumah sakit di Kaltim siap untuk penanganan kasus. Selain itu, Pemerintah Provinsi menunggu ketersedian dan pendistribusian obat untuk pasien GGAPA ke daerah.
Isran optimis Kaltim akan mendapat kuota pendistribusian obat tersebut. Apalagi setelah adanya temuan dugaan kasus diwilayahnya.
“Pasti dapat, karena sudah ada indikasi. Tidak bisa menunggu, harus ada antisipasi,” tutur Isran.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin, sampel suspek GGAPA di PPU telah dikirim pada Senin, 24 Oktober 2022 lalu. Sampai dengan sehari setelahnya, Kemenkes belum merilis adanya kasus di Kaltim.
“Kaltim masih status zero kasus (GGAPA), kita menunggu hasil dari Kemenkes. Akan kita pantau lagi rilisnya,” singkat Jaya. (yor)
















