Anggota DPRD PPU Minta Tingkatkan Pertumbuhan UMKM Hadapi Ancaman Resesi 

ES Yulianto

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani. (Ist)
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk serius mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pengembangannya pun haruslah tumbuh secara baik guna menhadapi ancaman resesi.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani mengatakan perlu dorongan untuk pengembangan UMKM secara masif dan terstruktur. Pengembangnya pun bisa dimulai melalui setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani beraam pihak UMKM. (Ist)
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani. (Ist)

“Pastinya setiap instrumen-instrumen pemerintah harus di tekankan untuk mendorong hadirnya UMKM yang masif dan terstruktur,” kata Bijak Ilhamdani.

Sebagai anggota Legislatif hanya bisa mendorong perintah untuk membentuk UMKM yang sehat. Hal ini dianggap bisa sejalan menerjemahkan instriksi Presiden, Joko Widodo bebrapa waktu lalu.

“Ini terkait dengan instruksi presiden, menghadapi resesi yang akan kita hadapi. Jadi memang kita dari DPRD mengingatkan pemerintah daerah untuk terus mendorong terbentuknya UMKM yang sehat,” ujarnya

Dirinya berharap pemerintah daerah bisa menyediakan sarana, prasarana dan dukungan untuk mengembangkan UMKM di Kabupaten PPU.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani bersama petani. (Ist)
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani bersama petani. (Ist)

“Kami di Kabupaten PPU sebagai anggota DPRD berharap pemerintah bisa menyediakan sarana dan prasarana dan suport tapi harus spesifikasi, contohnya seperti sarana dan prasarana akses kemudian koneksi dan di bekali skill,” jelasnya.

Terperinci dirinya menerangkan bahwa saat ini kemampuan produksi dan penjualan UMKM harus turut mendapatkan pembinaan. Tak jarang dirinya menemukan adanya produk UMKM yang bagus, namun sulit dipasarkan.

“Skill UMKM kita yang perlu kita utamakan itu skil produksi dan skil marketing, karena memasarkan itu juga butuh skill sekarang. Terkadang kita punya produk tapi tidak mengetahui ilmu marketing untuk penjualan, kasus itu saya dapati beberapa,” terangnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses