Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melengkapi fasilitas pendukung Pasar Induk Waru sebelum difungsikan demgan menyiapkan anggaran lebih kurang Rp750 juta.
“Pemerintah kabupaten sediakan anggaran pada tahun ini (2023) untuk fasilitas pendukung Pasar Induk Waru,” ujar Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Erwansyah di Penajam.
Masyarakat Kecamatan Waru menginginkan pasar induk tersebut segera dioperasikan, sebab warga masih berbelanja di pasar tumpah dan kumuh.
Letak pasar tumpah yang berada di Jalan Poros Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Kabupaten Paser itu menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama pada hari pasar.
Namun, menurut dia, sebelum Pasar Induk Waru dioperasikan terlebih dahulu akan dilakukan penambahan fasilitas pendukung lainnya.
Fasilitas pendukung yang bakal dilengkapi seperti toilet (kamar mandi), air bersih, listrik, rumah jaga hingga tempat sampah.
Pasar Induk Waru memiliki 100 kios untuk pasar basah dan kios untuk pasar kering belum dibangun, jelas dia, rencana dana untuk pembangunan kios pasar kering akan kembali diajukan kepada Kementerian Perdagangan atau Kemendag.
“Lahan Paser Induk Waru sekitar 5 hektare sudah bersertifikat, jadi kalau ada pembangunan pasar kering tidak ada masalah,” tambahnya.
Pengelolaan Pasar Induk Waru bakal bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Sesulu.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mendapatkan DAK (dana alokasi khusus) dari pemerintah pusat lebih kurang Rp7 miliar pada 2016, namun hanya mampu untuk membangun bagian pasar basah (tempat penjualan ikan, daging dan sayur mayur).
Pasar Induk Waru yang berlokasi di Jalan Provinsi Kilometer 26 Desa Sesulu, Kecamatan Waru tersebut berkonsep semi modern. (adv/log)

















