Luasan Tanam Padi Sawah PPU Menurun, Tapi Produktivitas Meningkat

Edy Suratman Yulianto

Kepala Bidang Hortikultura dan Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan. (ESY)
Kepala Bidang Hortikultura dan Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dalam kurung waktu 3 tahun terakhir jumlah luasan tanam jenis padi sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan.

Tercatat melalui Dinas Pertanian Kabupaten PPU, luasan tanam padi sawah tahun 2020, 23.673 hektare, kemudian tahun 2021, 17.988 hektare dan pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 11.456 hektare.

Meski mengalami penurunan luasan tanam padi sawah, tapi jumlah produksi padi sawah mengalami peningkatan. Dimana tahun 2020 berhasil panen 65.529 ton, kemudian tahun 2021 42.130 ton dan terakhir tahun 2022 mampu menghasilkan panen 45.160 ton.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura dan Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan mengatakan meski luasan tanam padi sawah mengalami penurunan, namun kinerja para penyuluh pertanian dilapangkan tak boleh dipandang sebelah mata.

Pasalnya ditengah badai penurunan luasan tanam padi sawah, hasil daripada produktivitas padi sawah malah meningkat. Menurutnya hal itu tidak menutup kemungkinan daripada kerja keras penyuluh pertanian.

Selain itu juga, adanya penggunaan teknologi pada pertanian jenis padi sawah yang dirasa tepat guna. Sehingga hal tersebut turut berpengaruh terhadap hasil panen padi sawah.

“Sekalipun terjadi penurunan tetapi ada peningkatan produksi, kemungkinan yang pertama kaitannya dengan diseminasi teknologi tepat guna yang diterapkan oleh petani itu sudah berjalan dengan baik, kemudian keberhasilan rekan-rekan penyuluh di dalam memberikan pemahaman ataupun informasi kepada petani berkaitan dengan teknologi budidaya tanaman padi,” kata Gunawan.

Sedangkan untuk tahun 2023 ini, dirinya menargetkan hasil pertanian padi sawah harus mampu mencapai sekitar 47.000 ton.

“Sebenarnya target kenaikan kita tidak mulu-muluk, tapi pada prinsipnya kami menargetkan itu ya sekitar 47 ribu ton, tapi nanti kan belum dikonversi ke beras nanti,” ucapnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses