Hamdam Harap 2024 Seluruh Desa di Kabupaten PPU Menjadi Desa Mandiri

Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP/P3MD). (Ist)
Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP/P3MD). (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Ir. H. Hamdam membuka secara langsung kegiatan Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP/P3MD) di Ruang Rapat Bupati Lantai 3 Kantor Bupati PPU, Senin (11/09/23).

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan sejumlah tenaga pendamping profesional (TPP) yang dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi capaian progres pendampingan yang telah dilakukan dalam rangka pembangunan desa di Kabupaten PPU.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Tenaga Pendamping Kabupaten PPU, Yuli Antoni menyampaikan harapan bahwasanya kegiatan ini nantinya dapat menghadirkan isu-isu atau hal-hal strategis berkaitan dengan progres percepatan pembangunan desa. 

“Kami berharap pada kegiatan ini seluruh lintas sektor dapat hadir, karena kegiatan ini merupakan ajang untuk melakukan komunikasi yang efektif sehingga tercipta pemahaman bersama dalam pemecahan masalah-masalah yang solutif dalam proses percepatan pembangunan yang ada di desa, tentunya sesuai dengan tujuan kita untuk menghadirkan desa-desa mandiri sesuai dengan nawacita Undang-undang Desa No 6 Tahun 2014,” terang Yuli.

“Di Kab. PPU terdapat 30 desa dan untuk saat ini sampai tahun 2023 ada 18 desa mandiri dan tentunya kedepan sesuai harapan dan target dari bapak bupati khususnya, dan juga harapan kita semua, untuk tahun 2024 semua desa di Kab. PPU bisa menjadi desa mandiri”, jelas Yuli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pang Irawan menyampaikan laporan bahwa saat ini DPMD tengah berupaya untuk memberikan tambahan biaya operasional kepada para tenaga pendamping desa yang ada di Kab. PPU.

Pang Irawan juga melaporkan terkait dengan dukungan peralatan operasional seperti halnya laptop dan peralatan lainnya seperti printer dan infocus opsinya bisa dipinjam pakai.

“Pengadaan di DPMD, namun untuk asetnya akan di pinjam pakaikan ke teman-teman pendamping. Secara aturan ini tidak menyalahi, namun manfaatnya bisa dioptimalkan oleh teman-teman pendamping”, terang Pang Irawan.

“Pihaknya sedang mempersiapkan rancangan peraturan Bupati terkait perencanaan pembangunan desa, khususnya penyelarasan RPJMDes terhadap RPJMD, karena memang selama ini kita memberikan banyak dana ke desa, tapi kita tidak pernah mengatur prioritas dan intervensi terhadap penggunaannya”, lapor Pang Irawan.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati PPU, Ir. H. Hamdam menyampaikan apresiasi dan menyambut baik rapat koordinasi ini sebagai bagian dari upaya yang dilakukan oleh para tenaga pendamping untuk mengkoordinasikan seluruh lintas sektoral dalam rangka mendukung pembangunan daerah. 

“Berdasarkan pemantauan, alhamdulillah teman-teman pendamping sudah memerankan perannya dengan baik. Indikatornya, dapat dilihat dari status desa yang ada di Kab. PPU. Dulu, di Kab. PPU masih ada desa yang tertinggal, tetapi sekarang desa-desa yang ada di Kab. PPU sudah banyak yang menjadi desa maju dan sebentar lagi akan menjadi desa mandiri. Untuk itu, hal ini perlu kita apresiasi”, terang Hamdam.

Diakhir sambutannya, Hamdam berharap kepada seluruh tenaga pendamping untuk mengevaluasi hal-hal yang belum maksimal dan jika memungkinkan kegiatan-kegiatan pendampingan terus ditingkatkan.

“Dan kepada teman-teman SKPD, sesuai dengan target kita, saya harap tahun 2024 semua desa yang di Kabupaten PPU harus bisa menjadi desa mandiri”, tutup Hamdam. (adv/hms/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses