Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog menyalurkan cadangan pangan pemerintah dalam rangka Bantuan Pangan Beras ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (13/09/2023). Ini merupakan program lanjutan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Mukti Wibowo, Pimpinan Cabang Pembantu Perusahaan Umum Bulog Tanah Grogot mengaku bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten PPU, untuk melakukan distribusi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Data yang ada sekarang 9.899 KPM untuk Kabupaten PPU,” ucapnya.
Bantuan pangan beras ini akan mulai disalurkan sejak bulan September 2023. Bantuan pangan beras bertujuan untuk berupaya melakukan penanganan stunting hingga tingkat daerah.
“Di bulan September ini, mulai disalurkan untuk penanganan stunting,” ujarnya.
Upaya bantuan pangan beras tersebut dianggap memberikan dampak baik terhadap penanganan stunting di daerah rentan pangan. Dimana daerah rentan pangan berpotensi menjadi timbulnya stunting.
Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan beras 10.951 KPM, sedangkan kali ini mengalami penurunan hingga menjadi 9.899 KPM
Kepala DKP Kabupaten PPU, Mulyono mengatakan dengan berkurangnya jumlah KPM antara bantuan tahap pertama dan kedua, menandakan keberhasilan menekan angka kerentanan pangan.
“Dalam artian, intervensi bantuan tahap satu untuk desa dan kelurahan rentan pangan bisa dikatakan berhasil,” tuturnya.
Data penerima bantuan mengacu pada DTKS Kemensos. Meski begitu, pihak DKP Kabupaten PPU, tetap melakukan verifikasi data kembali agar penerima tepat sasaran, utamanya bagi keluarga rentan pangan yang memiliki balita. (adv/log)
















