
Penajam, helloborneo.com – Dalam upaya untuk menurunkan inflasi dan koordinasi terkait isu inflasi, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus berkomitmen dengan selalu berpartisipasi dalam kegiatan rapat inflasi yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan setiap hari Senin, di Ruang Rapat Bupati, (Senin, 05/02/24).
Sebagaimana disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, Amalia Adininggar Widya Santi pada rapat inflasi hari ini, bahwasannya Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mendapatkan tingkat inflasi sebesar 0,77 persen pada bulan Januari 2024, dan menjadi salah satu daerah dengan inflasi tertinggi dalam periode month-to-month (m to m).
Menyikapi hal tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nicko Herlambang menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan berkomitmen kuat untuk mengatasi dampak inflasi dan berupaya keras dalam meningkatkan stabilitas ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Baru pertama kali Kabupaten kita masuk dalam 25 kabupaten/kota inflasi tertinggi. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif terkait inflasi ini. Kita juga harus dapat mengoptimalkan koordinasi untuk merespons perubahan ekonomi dengan cepat dan tepat”’ ujar Nicko.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga akan merencanakan langkah-langkah konkret guna mengendalikan inflasi, termasuk strategi kebijakan ekonomi yang bersifat proaktif. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah tersebut guna mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah meyakini bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, dapat diciptakan langkah-langkah strategis yang dapat mengurangi dampak inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang di Kabupaten Penajam Paser Utara. (adv/hms/kmf/log)

















