Hamdam Pertimbangkan Ahmad Basir Jadi Calon Wakil Bupati 2024

Edy Suratman Yulianto

Hamdam Pongrewa usai mengembalikan formulir pendaftaran Partai Demokrat, Rabu (24/04/2024). (Ist)
Hamdam Pongrewa usai mengembalikan formulir pendaftaran Partai Demokrat, Rabu (24/04/2024). (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sisa masa jabatan 2018 – 2023, Hamdam Pongrewa turut mempertimbangkan Ahmad Basir sebagai bakal calon Wakil Bupati Kabupaten PPU 2024 mendatang.

Diketahui Ahmad Basir saat ini duduk sebagai Ketua DPD Nasdem Kota Balikpapan. Dikenal sebagai pengusaha, Ahmad Basir diinformasikan turut mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Wakil Bupati, melalui Partai Demokrat di Kabupaten PPU.

Menanggapi hal tersebut, Hamdam Pongrewa mengaku mempertimbangkan kehadiran Ahmad Basir yang telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai pasangannya saat pemilihan Bupati Kabupaten PPU, 27 November 2024 mendatang.

Menurutnya dengan langkah mengembalikan formulir sebagai bakal calon Wakil Bupati itu sebagai bukti kesungguhan Ahmad Basir untuk beraksi di pesta demokrasi di Kabupaten PPU. Hal itu turut menjadi bagian pertimbangan karena didasari semangat yang baik.

“Calon yang patut dipertimbangkan, artinya siapa yang mendaftar berarti ada kesungguhan untuk ikut berkontestasi. Kita ingin mencari juga pasangan yang memang punya semangat atau kesungguhan yang sama dengan kita ya, biar berbuahnya sama-sama enak,” ungkap Hamdam Pongrewa usai penyerahan formulir pendaftaran di DPC Demokrat PPU, Rabu (24/04/2024).

Untuk melaju sebagai calon Bupati Kabupaten PPU, Hamdam Pongrewa tidak cukup menggandeng Partai Demokrat yang kini memiliki 4 kursi DPRD. Disebutkan dirinya, selain Partai Demokrat, ia akan merapat ke PKB, lalu Partai Besutan Surya Paloh alias Nasdem.

Tidak hanya beberapa partai yang ia sebutkan tadi, melainkan akan turut membangun komitmen dengan partai non parlemen di DPRD Kabupaten PPU, seperti Perindo, PPP dan partai lainnya.

“Demokrat, Insyaallah PKB dan Nasdem, beberapa partai-partai yang memiliki frekuensi sama tapi kami juga membangun komunikasi dengan partai-partai yang non kursi ya, karena bagaimanapun mereka kan pasti punya juga mesin-mesin di lapangan,” jelasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses