Anggota DPRD PPU Pertanyakan Realisasi Anggaran Hibah untuk Kampanye Pilkada

Edy Suratman Yulianto

Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Mahyudin. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Mahyudin. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan anggaran hibah yang dialokasikan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU.

Anggaran tersebut ditujukan untuk mendukung kampanye empat pasangan calon bupati dan wakil bupati melalui pemasangan alat peraga kampanye (APK), seperti baliho dan spanduk. Mahyudin menyoroti kualitas dan penempatan baliho yang dinilai kurang menghargai para kandidat.

“Kemarin, saya melihat bahwa baliho yang dipasang tidak mencerminkan rasa hormat terhadap calon calon kita. Ada yang dipasang sembarangan, bahkan di rumah-rumah warga dan pagar-pagar, dengan bahan seadanya seperti kayu bulat atau bambu. Padahal, anggarannya jelas ada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa anggaran hibah yang diberikan seharusnya terperinci dan digunakan secara optimal untuk mendukung kampanye yang adil dan berkualitas.

“Saya sempat menanyakan detail penggunaan anggaran ini, namun saat melihat hasil di lapangan, kualitasnya jauh dari yang diharapkan. Hal ini sangat mengecewakan, mengingat salah satu dari empat calon pasangan ini akan menjadi pemimpin kita nanti,” tambah Mahyudin.

Dewan meminta transparansi dari pihak KPU terkait alokasi dana dan pelaksanaan program kampanye agar dapat dipastikan bahwa seluruh calon mendapat perlakuan yang setara dan mampu.

Mahyudin berharap KPU dapat segera menjelaskan penggunaan dana tersebut agar masyarakat dapat mengetahui kejelasan realisasi anggaran yang telah dihibahkan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses