
Banjarbaru, helloborneo.com – Pelaksana Harian (Plh) Sekda Pemerintah Praovinsi Kalimantan Selatan, Syarifuddin, menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di Desa Pengayuan.
Syarifuddin menjelaskan kunjungan tersebut, yang juga dihadiri oleh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarbaru, merupakan bentuk silaturahmi serta pemberian bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
“Bantuan ini berasal dari Satuan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Kementerian RI, Bank Kalsel, serta sumbangan pribadi Gubernur Kalimantan Selatan,” katanya.
Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk partisipasi sukarela dari SKPD Pemprov Kalsel, tanpa ada batasan tertentu. Setiap Kartu Keluarga (KK) menerima bantuan dari dana APBD melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel berupa beras (5 kg), mie instan (1 dus), kopi (10 sachet), teh (1 kotak), dan gula (1 kg). Selain itu, ada bantuan berupa minyak goreng (1 liter) dan air mineral (1 dus) yang berasal dari partisipasi SKPD.
Selain bantuan dari pemerintah, Gubernur Kalsel, Muhidin, juga memberikan bantuan pribadi berupa paket telur ayam sebanyak 10 butir untuk 5.000 KK.
Dinas Kelautan Provinsi Kalsel juga memberikan sumbangan berupa makanan olahan ikan sebanyak 100 paket dan ikan segar sebanyak 50 kg, yang disediakan di posko dapur umum. Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel turut menyumbang makanan untuk balita dan ibu hamil, serta sabun cuci pakaian dan sabun cuci tangan.
Selain itu, Kementerian Sosial turut berkontribusi dengan memberikan 500 paket makanan siap saji, 150 lembar selimut, serta bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu yang dibagikan untuk setiap KK oleh Bank Kalsel.
“Semua bantuan ini diberikan kepada masyarakat. Jangan dilihat dari isi bantuannya, tetapi ini adalah bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Gustafa Yandi, menambahkan bahwa tiga kecamatan di Kota Banjarbaru terdampak banjir, dengan lebih dari 1.000 warga terimbas bencana tersebut.
“Kami terus memperhatikan kesehatan masyarakat, khususnya di tempat pengungsian. Banyak balita yang terdampak banjir kali ini, dan kami akan sangat fokus untuk memastikan kesehatan mereka, karena kami tidak ingin balita terpapar penyakit yang tidak diinginkan,” tambah Gustafa. (ip/log)

















