Warga Diajak Manfaatkan Pekarangan untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Bagus Purwa

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Andi Trasodiharto. (ESY)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU Andi Trasodiharto. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Warga Kabupaten Penajam Paser Utara, diajak memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura dan pangan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, serta mengurangi dampak kenaikan harga komoditas pangan.

“Pemanfaatan pekarangan diharapkan dapat penuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan kurangi dampak kenaikan harga bahan pokok,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam.

Pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman hortikultura dan pangan, lanjut dia, juga sebagai bentuk meningkatkan ketahan pangan secara mandiri.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar.

“Daripada biarkan lahan kosong ditumbuhi rumput liar, lebih baik ditanami tanaman yang bisa dikonsumsi sendiri,” katanya.

Banyak tanaman yang dapat tumbuh dengan baik seperti seperti cabai rawit, pepaya, singkong, jagung, ubi jalar, dan bayam, kendati tanah pekarangan rumah tidak terlalu subur.

Bahkan, menurut dia, dengan metode penanaman yang tepat lahan sempit juga bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Masyarakat disarankan menggunakan kantong plastik menyemai tanaman (polybag) sebagai alternatif media tanam, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan agar tanaman tetap tumbuh optimal

“Tempatkan tanaman di area yang terlindung dari cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau panas berlebih,” jelasnya.

Sebagian besar warga sudah memahami teknik dasar menanam, tetapi Dinas Pertanian Kabupeten Penajam Paser Utara komitmen memberikan pendampingan apabila masyarakat membutuhkan bimbingan dalam bercocok tanam.

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan mandiri, kata Andi Trasodiharto sekaligus mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses