Jumlah Jemaat Ibadah Natal Di Gereja Maksimal 50 Persen

Yor MS

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak (kanan) memaparkan pengamanan ibadah atau misa Natal di gereja.

Balikpapan, helloborneo.com – Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Herry Rudolf Nahak mengingatkan agar pelaksanaan Natal menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah jemaat ibadah Natal di gereja maksimal 50 persen.

“Saya perintahkan kepada semua Kapolres, setidaknya menyampaikan kepada pimpinan tempat ibadah (gereja), untuk memastikan bahwa mereka menerapkan protokol kesehatan,” ujar Kapolda Herry Rudolf Nahak ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Kamis.

Pembatasan kapasitas gereja saat pelaksanaan ibadah maupun misa Natal, menurut dia juga perlu diperhatikan. Untuk itu, Jajaran kepolisian akan turut menyiagakan personel sekaligus melakukan penjagaan di setiap gereja.

“Sesuai ketentuan, jumlah jemaat maksimal 50 persen dari kapasitas gereja. Nanti kami akan melakukan pengamanan di sana (gereja) bersama unsur TNI, dan aparatur lainnya sekaligus melihat apakah prokes itu diterapkan ,” jelasnya.

Pengamanan ibadah Natal menjadi atensi atau perhatian utama petugas gabungan selama bergulirnya operasi bersandi Lilin Mahakam 2021.

Kepolisian turut menyiagakan 66 pos pengamanan, pos pelayanan dan posko terpadu yang tersebar di berbagai titik di Kalimantan Timur. Personel gabungan berjumlah sekitar 2.000 petugas yang terlibat dalam operasi, akan disiagakan di pos-pos tersebut selama operasi berlangsung.

“Fokus kita sekarang, jaga jangan ada gelombang COVID-19 berikutnya. Sehingga dengan berbagai cara, dalam operasi ini kita akan pastikan bahwa protokol kesehatan dilaksanakan,” tegasnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.