Legislator PPU Harap Akurasi Data Kekerdilan Anak Dipertajam

Bagus Purwa

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)
Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Legislator atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Syahrudin M Noor berharap akurasi data kekerdilan anak (stunting) akibat kurang asupan gizi dipertajam pemerintah kabupaten setempat.

“Pemerintah kabupaten pertajam data stunting kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara itu di Penajam.

“Upaya penanganan stunting penting dipertajam untuk maksimalkan program di setiap kecamatan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tekan merancang langkah strategis yang bertujuan untuk penanggulangan kekerdilan anak, mencakup intervensi nutrisi, pendidikan kesehatan, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Keberadaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang memadai di setiap kecamatan, kelurahan, desa hingga rukun tetangga (RT), untuk menangani masalah kekerdilan anak yang dihadapi masyarakat  sangat penting.

“Untuk mendata dan tangani kasus stunting secara efektif diperlukan Posyandu yang terdaftar dan terperinci,” jelasnya.

Posyandu harus terdata dengan baik, ia menimpali lagi, agar dapat mencatat warga yang mengalami kekerdilan anak dengan akurat saat datang imunisasi atau pemberian susu dan bubur.

Pendataan harus dimulai dari sistem yang baik dengan menata fasilitas kesehatan di masyarakat, yakni Posyandu agar data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengenai stunting dapat dipercaya dan akurat.

“Sehingga upaya penanggulangan kekerdilan anak dapat dilakukan dengan lebih efektif dan terorganisir,” katanya.

Penanggulangan stunting bukan mengobati dan memberikan bantuan tambahan gizi saja, tetapi pencegahan sejak dini melalui penyuluhan atau sosialisasi juga sangat penting, ujar Syahrudin M Noor.

Saat ini balita yang terdata mengalami kekerdilan di Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 1.034 orang, di Kecamatan Penajam 345 anak, Kecamatan Waru 24 orang, Kecamatan Babulu 311 orang, serta di Kecamatan Sepaku 354 orang, dan masih terus dilakukan pendataan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.